. . .

Pengungsi Mulai Sekolah

image_print

FOTO: ABE BANDOE/FAJAR

BANGKIT. Anak-anak korban bencana bermain di salah satu mobil yang terseret arus tsunami di Kabupaten Donggala, Minggu, 7 Oktober.

 

Pasca Bencana Gempa dan Tsunami di Sulteng

TRANSLAMPUNG.COM, MAKASSAR – Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai menerima siswa titipan dari Palu, Donggala, dan Sigi. Senin, 8 Oktober mereka sudah mulai masuk sekolah.

Kepala SMAN 17 Makassar, Syamsuddin mengatakan, mereka dititip di SMA dan SMK negeri. Ada dua siswa perempuan, masing-masing di kelas X dan kelas XII. Kata dia, orang tua kedua siswa ini sebetulnya asli Sulsel. Hanya saja kebetulan ditugaskan di Palu.

“Untuk sementara mereka disini sebagai siswa titipan,” jelas Syamsuddin, kemarin.

Dia sudah meminta agar kedua anak tersebut, mulai masuk Senin hari ini. Takutnya mereka ketinggalan pelajaran, selain itu ada pula pemulihan mental yang nantinya dilakukan oleh guru-guru setempat.

“Kita akan bimbing untuk cepat beradaptasi. Tak usah minder, jangan sampai keduanya ketinggalan pelajaran lebih lama lagi,” tambahnya.

Selain di SMAN 17, sekolah lain juga kebagian korban pengungsi gempa di Sulteng. Di SMAN 21, tercatat sudah 5 siswa titipan yang akan masuk belajar di sekolah tersebut. Kemudian ada pula di SMAN 18 Makassar sebanyak 2 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengatakan, penerimaan ini tak berhenti. Di Makassar jumlah siswa yang diterima bisa lebih besar.  Ini belum termasuk yang diterima di daerah-daerah. Laporan cabang dinas, cukup banyak pengungsi pelajar SMA/SMK yang ada di Pinrang, Sidrap, serta sejumlah daerah lain.

“Seragam, sekolah yang fasilitasi. Ada juga yang pakai baju bekas sekolahnya,” tambahnya.

Selain siswa, ada pula guru-guru. Mereka yang tak bisa mengajar di Palu diberi ruang oleh Pemprov Sulsel. Hanya saja tetap ada pertimbangan, terutama untuk gaji pegawai dan TPP jika memang mereka pindah kepegawaian. (ful/dir/fin/tnn)

 

error: Content is protected !!