Penghentian Proyek oleh Warga, Dinas PU Bergeming

0
67
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Kendati warga telah menyatakan menghentikan sementara kegiatan proyek peningkatan Skala Kawasan Gunung Sulah, di Jalan Wartawan, Kelurahan Gunung Sulah, Senin (4/12), namun hingga Selasa (5/12), belum ada tanggapan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung.

Hal itu juga terkait surat pernyataan warga yang dikirimkan ke dinas tersebut. Beberapa warga, di antaranya Sutrisno, Aldi, Mardi, mengeluhkan lambatnya respons Dinas PU terhadap surat dari warga. Menurut mereka, Dinas PU secara tidak langsung menghambat program Wali Kota Bandarlampung Herman HN.

Warga kecewa karena perwakilan dari Dinas PU belum ada yang turun ke lapangan. Justru yang menemui warga yakni dari pelaksana kegiatan PT. Bina Mulya Lampung, Yudi dan rekan-rekannya selaku pengawas di lapangan. Pihak pelaksana sudah mengajak diskusi dengan warga.

Tapi warga tetap berkesimpulan, selama belum ada pertemuan dengan Dinas PU, sebagaimana surat yang disampaikan warga ke dinas tersebut, maka warga tetap bertahan pada kesepakatannya, memberhentikan sementara kegiatan proyek peningkatan Skala Kawasan itu, terutama drainase. Warga mempersilakan pekerja melakukan kegiatan, tapi tidak untuk drainase.

Sementara, Kepala Dinas PU Bandarlampung Iwan Gunawan saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) turun ke lokasi. Tapi kenyataannya, sampai Selasa siang PPK dari Dinas PU belum datang ke lokasi.

Diberitakan sebelumnya, warga Gunung Sulah yang terdiri dari RT 02, RT 03, RT 05, RT 06 dan RT 11 Lingkungan II Gunung Sulah Kecamatan Way Halim Bandarlampung, Senin (4/12), menghentikan kegiatan proyek Peningkatan Skala Kawasan Gunung Sulah, di Jalan Wartawan, Kelurahan Gunung Sulah.

Surat pernyataan pemberhentian sementara yang ditandatangani seluruh ketua RT, disampaikan ke Dinas PU Kota Bandarlampung, Komisi III, Camat Way Halim dan Lurah Gunung Sulah.

Penolakan warga bukan hanya melalui surat tapi dilakukan dengan aksi di lokasi dengan memasang spanduk penolakan di sejumlah tempat di Jl. Wartawan.

Penolakan warga terhadap proyek yang dikerjakan oleh PT. Bina Mulya Lampung dengan anggaran sebesar Rp5,4 miliar lebih, lantaran pengerjaannya diduga tidak sesuai RAB.

Bahkan beberapa warga setempat seperti Ketua RT 03 Sugiarto, RT 05 Handoko, RT 11 Sugeng, M. Mardianto, Sutrisno, Suwito, dan lainnya menolak pembangunan drainase menutup atasnya dengan dicor.

Sebab, kalau sistem pengerjaan drainase dengan cara ditutup dengan cor moll tidak dengan blok, akan menambah banjir.

Karena kata Mardi dan Sutrisno, dengan dimoll seperti sekarang volume kedalam siring makin berkurang, karena jarak antara siring dan moll hanya sejengkal.

Selain itu, kekuatannya juga diragukan, karena perkiraan warga Gunungsulah yang rata-rata tukang itu, bangunan siring dan coran yang ada asal-asalan. (jef/rus)