Penggunaan Gerbang Desa, Diduga Disalah Gunakan

0
178
views
Jalan menanjak membelah bukit yang diduga demi kepentingan pribadi menggunakan DD

 

Terkait Pembuatan Jalan Pribadi

TRANSLAMPUNG.COM, TELUK PANDAN- Program pemerintah provinsi Lampung melalui Program Gerbang Desa di duga telah disalah gunakan untuk kepentingan pribadi oleh kepala Desa (kades)Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran A.Yani.

Pembanguna yang di lakukan A.Yani selaku kades Cilimus ini yakni dengan membuat akses jalan membelah bukit milik pribadinya di Desa Cilimus yang recananya untuk di jadikan wisata serta akan meperluas Desa ,selain ada kepentingan pribadi pembanguna ini juga di khawatirkan akan menimbulkan dampak bagi warga Cilimus dan warga Hanura karna kedua wilayah ini bersebelahan.

Pembangunan jalan menanjak membuat aliran air beserta lumpur menalir ke daerah pemukiman warga saat hujan turun.

Selain itu juga dalam hal ini A.Yani tidak pernah mengajak musyawarah terlebih dahulu kepada warga yang tinggal di sekitaran lereng perbukitan baik warga cilimus dan warga Hanura sehingga dampak dari pembangun itu membuat sebagin warganya cemas lataran takut terjadinya longsor dan banjir .

“Selama ini kami semua tidak pernah di ajak musawarah terlebih dahulu oleh kepala Desa adanya pembangunan ini tau-tauanya sejak seminggu ini telah ada alat berat yang mengeruk perbukitan ini ,Nah inilah akibatnya hujan turun sebentar saja sudah banjir begini,” kata Abas (65) salah satu warga yang tinggal di lereng bukit tersebut.

Menurut Abas bahwa semenjak di keruknya perbukitan ini warga disini selalu dihantui kecemasan takala hujan turun karna warga takut akan terjadi longsor sehingga waktu hujan turun warga langsung keluar rumah .

“Tempat tinggal saya saja sudah tergenag lumpur begini siapa cobak yang bertanggung jawab saya sudah beberapa kali menghubungi pihak Desa untuk menanggulangi masalah ini tapi sampai saat ini belum ada tindakanya,” ucapnya

Abas juga menjelasakan bahwa lahan yang di keruk tersebut sebagain milik pribadi  A.Yani selaku kades Cilimus naumun dirinya tidak mepersoalkan masalah itu hanya dia menyayangkan tindakan yang di lakukan A Yani yang tidak mengindahkan dampak yang akan terjadi pada warga yang tinggal di lereng perbukitan ini.

Salah satu rumah warga yang terendam lumpur dari pembangunan jalan baru yang membelah bukit.

“Silah-silahkan saja membangun tapi tidak begini caranya kami disini memang warga yang tidak mampu berbuat apa apa makanya kami tidak pernah di ajak bermusawarah mereka hanya melibatkan aparat -aparat desa saja,” kata Abas  yang di amini warga lainya .

Warga lainya Asminah (64) yang tempat tinggalnya persis di bawalh lereng bukit tersebut mengatakan kehawatiranya akan terjadinya longsor yang menimpa tempat tinggalnya.

“Saya sangat khawatir sekali akan adanya longsor makanya setiap hujan sedikit saja saya langsung keluar rumah,” keluh janda 4 anak ini.

Selain akan mengancam keselamatan warga cilimus akibat dampak dari pembangunan tersebut warga Hanura juga yang keberadaanya di balik bukit itu menjadi khawatir karna di balik bukit tersebut banyak pasilitas umum milik warga Hanura  yang ada, seperti banguna sekolah dan masjid serta rumah tinggal warga.

“Tentunya dengan dana yang di anggarkan saya rasa tidak mencukupi untuk penagulanganya itu dari mana cobak dana yang akan di anggarka untuk melakukan onerlah jalan dan memasang pengkis adanya longsor saja saya rasa tidak cukup ,” kata salah satu warga yang enggan namnaya di tulis ini .

Menaggapi masalah ini selaku Kades Cilimus A.Yani mengatakan bahwa dirinya membangun itu bukan mengutamakan kepentingan pribadi melainkan untuk masyarakat yang ada. Dan dalam hal ini  A.Yani sudah melakukan musawarah kepada perangkat desa untuk mewujudkan pembanguna itu.

“Memang mereka (Warga) tidak kita ajak musawarah dalam pembangunan ini karna cukup dengan perangkat desa saja yang kita libatkan kalau masalah kekhawatiran warga akan terjadinya longsor dan bajir saya rasa kecil kemungkina akan berhimbas buruk karna  pekerjaan ini kan belum selesai kita kerjakan ,” ucapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa dalam pembangun tersebut memang menggunakan program anggaran dana gerbang desa dari bantuan pihak provinsi lampung .

“Pembangun itu kita anggarkan sebesar Rp 240 juta,nah kalau kehawatiran warga akan banjir disitukan kita akan perluas dranasenya dan akan kita kerjakan secepatnya dalam waktu dekat ini ,”Tegas A.Yani yang baru menjabat kades Cilimus 1 tahun lebih ini saat dibubungi melalui sambungan telponya. (ydn).