. . .

Pengerjaan Rabat Beton Diduga Asal Jadi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESIBAR – Pengerjaan rabat beton pekon (desa) Suka Jadi,  Kecamatan Krui Selan,  Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), diduga asal jadi. Pasalnya, menurut tokoh masyarakat setempat berinisial AR mengatakan,  pembangunan tersebut tidak membersihkan lokasi pembuatan rabat beton terlebih dahulu dan langsung melaksanakan pembangunan jalan.

“Hal tersebut tentu sangat menyalahi aturan dalam pembangunan program ADD. Dan sepengetahuan saya dimana-mana yang namanya pembuatan jalan harus terlebih dahulu disterilkan baru dibangun, “ungkapnya kepada translampung.com, Rabu (15/8) di rumahnya.

Dijelaskannya,  selain  tidak membersihkan badan jalan terlebih dahulu pengerjaan rabat beton di pemangku lV tersebut tidak melalui tahapan SPP (surat perintah pembayaran)  terlebih dahulu yang telah diatur oleh infektorat.

“Dan bukan hanya itu saja melainkan juga tidak menggunakan tukang dipemangku setempat, sedangkan di pemangku tersebut amat banyak dan mau mengerjakannya, “terangnya.

AR juga berharap,  kepada pemerintah Kabupaten Pesibar dalam hal ini infektorat agar bisa mengevaluasi kerja Pj. dan apratur Pekon Suka Jadi tersebut,  karna hal tersebut dinilai janggal.

“Menurut hemat saya,  itu jelas tidak sesui dengan RAB, oleh sebab itu saya selaku tokoh masyarakat setempat berharap agar infektorat bisa cros cek ke lapangan langsung,  guna mengetahui persoalan tersebut, “pintanya.

Sementara, tim plaksana kegiatan (TPK)  Rasit Ependi menyangkal bahwa pekerjaan tersebut masih ada rumput dibadan jalan dan belum dibersihkan.

“Itu semua sudah kita semprot dengan racun rumput,  dan tidak perlu dibersihkan pasti mati ditimpa oleh adukan semen, “kilahnya.

Mirisnya lagi saat diminta untuk melihat RAB pekerjaan tersebut,  Rasid mengatakan tidak mempunyai, dan berdalih yang mempunyai atau memegang  RAB yakni Bendahara pekon dan Pj. Rawati.

“Saya hanya di suruh oleh Pj, jadi saya tidak tahu apa-apa.  Dan Pj berpesan kepada saya jika ada yang menanyakan pekerjaan secara detiel langsung suruh menghadap saya,  jadi saya tidak tahu, “tandasnya.

Dilain sisi, Pj. Rawati saat dikomfirmasi melalui via telpon mengatakan bahwasa dia seharian tidak ke lokasi pekerjaan rabat beton tersebut, sehingga dia tidak tahu.

“Saya seharian di kecamatan, dan saya sudah menyuruh TPK untuk membeli racun rumput.  Dan saat ini saya masih dijalan hendak urut,  jadi besok kita ketemu saja, “pungkasnya,  menutup telpon. (r7)