Pengerjaan Rabat Beton Desa Asahan Way Sindi Diduga Asal Jadi

TRANSLAMPUNG.COM, PESIBAR – Pengerjaan rabat beton tahun anggaran 2017, Pekon (desa) Asahan Way Sindi,  Kecamatan Karya Penggawa,  Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) diduga asal jadi. Pasalnya menurut warga berinisial, Ed mengatakan bahwasanya pengerjaan rabat beton yang ber-alokasi dari anggaran Dana Desa (ADD)  tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh program ADD tersebut dalam hal ukurun ketebalan pembangunan jalan.

“Hal tersebut nampak terlihat jelas dari pembangunan jalan di pemangku tiga dan empat yang tidak sesuai yang semestinya 15 cm untuk ketebalan akan tetapi haya dibangunkan 10 cm untuk di pinggir badan jalan tersebut, “ujarnya kepada translampung.com, pada Selasa lusa.

Dijelaskanya, mirisnya lagi untuk di bagian tengah pembangunan rabat beton yang kurang lebih panjang 500 m tersebut tidak mencapai 15 cm melainkan hanya 3 cm.

“Ya itu semua amat terlihat dibagian jalan yang sudah mulai bolong, dan saya sendiri pernah mengukurnya bahwa pembangunan jalan tersebut yang paling tebal 6 cm dan 3 cm, dan ada photonya sama saya,” terangnya.

Selain itu juga,  pada pembangunan rabat beton di Pekon Asahan Way Sindi tersebut juga tidak memfungsikan TPK sebagai mana mestinya tugas pokok dan pungsi (tupoksi)  TPK tersebut dan dijadikan sebagai formalitas semata untuk kepentingan peratin.

“Seperti contohnya,  TPK tidak mengetahui sama sekali mekanisme pekerjaan rabat beton di pemangku tersebut, dan itu semua berdasarkan pengakuan TPK kepada saya, “ungkapnya.

ED,  juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pesibar dalam hal ini instansi terkait Infektorat agar bisa croscek dan melakukan sidang langsung ke lapangan untuk mengetahui keabsahan informasi ini dan saya siap untuk menghantarkan dan menunjukkan dimana lokasi yang tidak sesuai.

“Kami masyarakat berharap,  infektorat bisa menindak tegas dan meneruskan proses tersebut ke ranah hukum jika memang dinilai memenuhi unsur,  sehingga bisa membuat efek jera terhadap penguna ADD untuk tidak bermain-main, ” tandasnya.

Sementara mantan pemangku tiga, HN membenarkan bahwa pada pembangunan rabat beton tersebut tidak sesuai dengan prosedur, dan hal itu nampak nyata terlihat dari tidak ada keteransparanan terhadap masyarakat.

“Jangankan dengan masyarakat setempat, lagi saya sendiri yang merupakan pemangku saja tidak ada koordinasi sama sekali terkait pembangunan rabat beton yang ada di pemangku saya, “bebernya.

Di tempat terpisah, mantan pratin, Ismadi menyangkal bahwa pembangunan di pemangku 3 dan 4 tersebut tidak sesui dengan RAB.

“Menurut saya semua sudah sesuai dan hal tersebut sudah saya serahkan semua langsung ke TPK untuk menanganinya,  jika kalian tidak percaya bisa langsung bertanya ke TPK, karna dia yang lebih tahu pasti, “ujarnya.

Dijelaskannya,  pengerjaan rabat beton yang ada di pemangku 3 dan 4 tersebut merupakan pengerjaan rabat di tahun 2017 lalu dan kenapa masyarakat baru mempertanyakannya sekarang, dan kenapa tidak dari dahulu.  Sehingga saya bisa memperbaiki jalan tersebut, dan jika dipertanyakan saat ini semua dana sudah habis,  ini jelas ada unsur politik.

“Jika kalian menanyakan dan ingin melihat RAB pekerjaan tersebut,  saya tidak bisa melihatkan kepada kalian karna,  ini merupakan rahasia jabatan. Dan jika ingin diproses saya pasrah akan tetapi terlebih dahulu proses TPK baru saya, ” elaknya.

Disinggung mengenai pagu pekerjaan tersebut,  Ismadi mengatakan bahwasanya pagu rabat beton tersebut 300 juta rupiah.

“Kalau untuk pagu tiga ratus juta rupiah dan tidak berselang lama dia mengatakan, jika tidak salah karna datanya ada di rumah,  “pungkasnya.

Dikomfirmasi di tempat berbeda,  ketua TPK,  Raban Yani menyangkal bahwasa dirinya sudah diperkerjakan sebagai mana mestinya Tupoksi TPK.

“Saya tidak dipekerjakan sebagai mana mestinya TPK,  jika saya di pekerjakan sebagai mana mestinya secara otomatis saya memegang RAB pekerjaan tersebut, dan sebaliknya saya tidak mengetahui hanya sekedar bekerja, “ungkapnya.

Masih menurut dia,  saya membenarkan bahwa pekerjaan tersebut compang camping dalam pengerjaannya.  Baik dari segi ketebalan dan dan yang lain sebagainya.

“Saya akan membuat pernyataan tertulis diatas matrai, terkait hal tersebut dan dilampiri dengan saksi-saksi bahwasanya pekerjaan tersebut benar adanya seperti yang diutarakan masyarakat kepada media, ” pungkasnya.  (r7)