. . .

Pengecoran BBM Subsidi SPBU Kalimiring Libatkan Oknum Aparat, Golessandi: Siap Benahi Perizinan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Pengecoran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan Premium‎ di stasiun pengisian bahanbakar umum (SPBU) 24.346.109 kalimiring Tiyuh (Desa) Murni jaya Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung melibatkan Backing oknum aparat.

‎Hal tersebut diungkapkan kepala bidang pengawasan SPBU setempat Golessandi, dalam rapat dengar pendapat (Hearing) bersama lintas komisi A,B dan C DPRD Tubaba diruang rapat komisi A DPRD setempat pada (14/8/2018) pukul 11:00 Wib.

‎” Benar ada pengecoran BBM bersubsidi pak, tapi pengecoran itu tidak ada campur tangan dari pihak kami SPBU. Memang ada beberapa oknum yang mem backing, tapi saya tidak bisa menyebutkan pak, sebab saya tidak ada bukti atas oknum tersebut. Pastinya kami siap benahi dan lengkapi semua prizinan bedasarkan ketentuan yang berlaku‎.” Kata Golessandi dalam penyampaiannya dihadapat anggota rapat saat dikutip Translampung.com.

Menanggapi pernyataan yang dilontarkan pihak SPBU 24.346.109 tersebut, membuat seluruh peserta rapat dengar pendapat tercengang dan penasaran untuk memperoleh informasi keterlibatan oknum yang menjadi aktor pengecoran BBM bersubsidi, sehingga menyebabkan sering terjadinya kelangkaan BBM di SPBU tersebut.‎

” Siapa oknum yang saudara sebutkan itu, anda  jangan menyebar pitnah jika tidak ingin menyebutkan siapa yang telah mem backing proses pengecoran BBM di SPBU yang saudara kelola.”  Tegas Ketua Komisi C‎ Paisol saat menjawab penyampaian pengeola SPBU Golessandi.

Sementara itu ‎Ketua Komisi A DPRD Tubaba Ruslan, ‎meminta pihak SPBU bertanggung jawab penuh atas managemen operasional perusahaannya, dan harus berani mempertanggung jawabkan atas keterlibatan oknum yang telah diungkapkan secara fakta.‎

” Kami minta pihak pengelola menyadari pentingnya managemen yang baik dan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, serta seluruh perizinan dan kewajibannya dapat dilaksanakan dengan baik. Kami akan berikan sanksi tegas jika melanggar aturan, tak segan-segan hingga rekomendasi pemberhentian operasi.” Imbuhnya.

Tanpak hadir dalam Hearing tersebut Ketua Komisi A Ruslan, Ketua Komisi C Paisol, Kadis Lingkungan Hidup diwakili Dodi hermawan, Kadis DPM-PPTS Lukmasyah, Kadis Koprindag Khairul amri dan pihak managemen SPBU terkait Golessandi. (Dirman)