Pengalaman sebagai Guru Terbaik, Jadikan Kritik untuk Evaluasi Diri

0
441
views

SEBAGAI seorang birokrat yang mempunyai kesibukan yang sangat padat, Bang Djohan, sapaan akrab Hi. Djohan, SE., tetap meluangkan waktu untuk melakukan silahturahmi.

Baginya, silaturahmi sebagai kewajiban. Ia selalu mengedepankan silaturahmi kepada seluruh rekan, sahabat maupun masyarakat yang ada di Kota Metro dalam setiap pertemuan yang ada seperti undangan diskusi, pesta, takziah kematian, maupun acara-acara yang bersifat kemasyarakatan dan keorganisasian yang sampai saat ini masih menjadi salah-satu rutinitas.

Pria sederhana yang mengawali karier sebagai seorang pegawai negeri sipil dengan golongan yang tak terlalu tinggi ini mempunyai semangat kerja yang tinggi.

Bang Djohan menjadikan silahturahmi sebagai pedoman untuk menata kehidupan ke masa berikutnya, dan tanpa memandang strata sosial, hingga mayoritas masyarakat yang ada di Kota Metro mengenal pribadi pria berdarah Lampung ini sebagai sosok yang familiar, peduli, dan gemar diskusi.

Bang Djohan juga menjadikan diskusi-diskusi sebagai salah-satu cara komunikasi yang baik, dalam menciptakan sebuah solusi atas semua permasalahan.

Dalam pilkada 9 Desember 2015 lalu, Bang Djohan berpasangan dengan Hi. Pairin (Walikota Terpilih, red.).

Pria sederhana yang bertempat tinggal di Kawasan 21 Metro Timur ini saat diwawancarai secara khusus oleh Trans Lampung mengatakan menjalani hidup secara mengalir saja.

“Saya selalu menjalani perjalanan hidup ini dengan santai, religius, dan tidak memaksakan segala sesuatu di luar kemampuan. Segala sesuatu yang diperjuangkan itu pasti akan membuahkan hasil dan bukan besar atau kecil sebuah hasil yang menjadi sebuah tujuan, tetapi sebagai bentuk perjuangan mahluk hidup,” tutur Djohan.

Menurut dia, hasil perjuangan itu, walaupun sedikit atau banyak dalam setiap hari, wajib untuk berbuat baik yang dimplementasikan dalam setiap bentuk, tanpa berharap pamrih atau apapun.

“Karena semua itu merupakan kewajiban dan hanya sang kuasa yang akan membalasnya,” urainya.

Seperti diketahui, pasangan Pairin-Djohan merupakan kandidat terpilih, pada pemilihan kepala daerah Kota Metro 2015-2020 lalu. Saat ini masih menungggu tahapan yang sedang diproses oleh KPU Kota Metro sebagai penyelenggara dalam menghantarkan pasangan tersebut untuk dilantik secara sah sebagai salah Walikota -Wakil Walikota Metro Periode 2015-2020.

Kesederhanaan dan rasa peduli Bang Djohan terlihat saat Trans Lampung mengunjungi kediamaannya di kawasan Metro Timur.

Bang Djohan terlihat memakai kaos dan baru saja mengunjungi upacara pemakaman jenazah warga masyarakat, dengan ramah menyalami wartawan Trans Lampung di beranda rumahnya.

Saat ini, sambil menunggu proses tahapan yang sedang berjalan dari pesta demokrasi hingga tahap pelantikan nanti.

Bang Djohan kini masih melakukan kegiatan rutin seperti biasa sebagai seorang ayah dan kepala rumah tangga pascapengunduran diri dari jabatannya sebagai salah satu PNS di Pringsewu, sebagai salah satu persyaratan dalam mengikuti pemilihan kepala daerah.

Seperti diketahui, Djohan pernah mengikuti pemilihan kepala daerah di Kota Metro, menjadi Wakil Walikota saat berpasangan dengan Lukman Hakim, dan menjadi Calon Walikota Metro saat berpasangan dengan salah satu tokoh masyarakat Metro Hi. Herno yang pada saat itu mengalami kekalahan dengan pasangan Lukman Hakim-Saleh Chandra.

Berangkat dari niat yang tulus dan mengabdi terhadap bangsa dan daerah yang telah membesarkan nya dan ingin memberikan kinerja yang baik serta bermanfaaat bagi seluruh lapisan masyarakat itulah yang menjadikan semangat nya untuk kembali bertarung dalam pemilihan kepala dareah yang akhirnya mampu menghantarkan menjadi niat dan cita-citanya.

Sejauh ini sambil menunggu dan menghargai proses tahapan pemilihan kepala daerah yang masih terus berjalan, Bang Djohan enggan berkomentar ketika ditanya mengenai hal tersebut.

“Nanti sajalah, kita harus menghargai semua aturan yang berlaku,” tuturnya.

Sesuai Visi Misi-nya yang telah dirumuskan secara matang bersama pasangannya Hi. Pairin, itu semua akan dijalankan sesuai dengan kemampuan SDM aparatur dan tetap meminta masukan serta saran dari berbagai pihak sebagai salah satu kunci untuk menghasilkan sebuah tatakelola pemerintahan yang baik (good government, red), dan menjadikan Kota Metro yang lebih baik di segala bidang dan masyarakat yang sejahtera,” urainya. (mg13/drm)

LEAVE A REPLY