Pendaftaran SNMPTN Buat Bingung

TRANSLAMPUNG.COM, NASIONAL-Pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) dibuka Selasa (21/2). Pada hari pertama pendaftaran yang akan berakhir pada 6 Maret tersebut, belum banyak siswa yang mendaftar. Sebagian besar siswa masih memastikan diri berhasil lolos dan berhak ikut SNM PTN.

Eliesa Chusnul Aulia, misalnya. Siswi SMAN 4 itu sempat patah semangat kemarin. Sebab, sudah beberapa kali dia berusaha melihat pengumuman melalui laman SNM PTN, tetapi belum berhasil. Padahal, rekan-rekannya yang lain berhasil login dengan memasukkan username dan password.

Eliesa pun sempat menangis. Dia bahkan mendatangi ruang bimbingan konseling (BK) lantaran khawatir. Ternyata, setelah beberapa kali mencoba, Eliesa berhasil login. ’’Lega rasanya. Awalnya tidak berhasil karena NISN tidak terdaftar. Tapi, terus dicoba lagi, bisa,’’ katanya.

Setelah memastikan bisa ikut mendaftar SNM PTN, perempuan berusia 17 tahun itu sudah memilih beberapa jurusan. Yakni, Manajemen Universitas Airlangga (Unair), Ekonomi Pembangunan Unair, dan Akuntansi UPN Veteran Jatim. ’’Pengin ke UB (Universitas Brawijaya, Red), tapi orang tua belum mengizinkan,’’ ucapnya.

Kemarin sejumlah tangisan juga mewarnai para siswa di SMAN 4. Bukan saja karena tidak berhasil login dalam laman SNM PTN, tetapi ada juga siswa yang menangis haru karena berhasil masuk dalam kuota 50 persen terbaik yang berhak mendaftar SNM PTN. Ada pula siswa yang menangis haru saat menyampaikan berita baik tersebut kepada orang tuanya. Ya, siswa memang harus mengecek kuota SNM PTN secara mandiri. Artinya, pengumuman itu tidak dilewatkan melalui sekolah. Siswa harus login sendiri-sendiri.

Sebagaimana diketahui, pada sekolah dengan akreditasi A, kuota siswa yang berhak mendaftar SNM PTN mencapai 50 persen. Untuk sekolah dengan akreditasi B, kuota siswa yang berhak mendaftar adalah 30 persen. Kuota untuk sekolah dengan akreditasi C mencapai 10 persen. Untuk sekolah yang belum terakreditasi, hanya 5 persen siswa yang berhak mendaftar.

Waka Kurikulum SMAN 4 Luluk Utami menyatakan, sebagian siswa sudah melapor masuk dalam kuota yang berhak mengisi formulir pendaftaran SNM PTN. Kemarin terdata ada 124 siswa yang melapor dirinya berhak lanjut mendaftar.

Sebelumnya, ada 310 siswa yang namanya diinputkan dalam laman pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Dengan akreditasi A, seharusnya ada 155 siswa yang diterima. ’’Ada 124 siswa yang sudah tahu atau sudah ngecek,’’ ujarnya.

Luluk mengakui, berdasar berbagai laporan siswanya, sistemnya sempat lemot. Terutama saat digunakan untuk loading. Bahkan, ada beberapa yang gagal loading. Namun, dia bersama tim BK meminta siswanya kembali mencoba.

Setelah dipastikan bisa mendaftar di tahapan selanjutnya, Luluk mengarahkan siswa segera mendatangi guru BK. Terutama untuk berkonsultasi terkait dengan jurusan yang akan dipilih siswa. Sebenarnya, jelas dia, guru BK sudah melakukan pemetaan kepada siswa. Namun, sebaiknya siswa berkonsultasi akhir mengenai pilihan jurusan jika belum yakin.

Guru BK Sri Utami menuturkan, sejak awal dirinya mempersiapkan siswa. Caranya, menghitung nilai mata pelajaran pada rapor. Terutama mata pelajaran yang diujikan dalam unas. Selain itu, pihaknya menghitung nilai matematika. ’’Karena kompetensi juga tertangkap dari nilai rapor, saya juga pakai matematika minat,’’ jelasnya.

Ternyata, dari dua patokan tersebut, pemetaan yang disusunnya berhasil mendekati valid. Siswa yang berhak lanjut mendaftar SNM PTN tidak meleset dari yang sudah diprediksinya melalui penghitungan. Karena itu, jika ada siswanya yang menangis karena belum berhasil login, pihaknya tidak gusar. ’’Saya minta supaya tenang, dicoba lagi. Saya juga lihat berdasar hasil pemetaan saya,’’ ungkapnya.

Utami juga memetakan jurusan yang bakal dipilih siswa. Dia menabulasi jurusan-jurusan tersebut. ’’Berapa banyak yang ambil FK, nilai-nilainya berapa,’’ paparnya. Tabulasi itu dikelompokkan berdasar kelas dan jurusan yang dipilih. Di IPA 1, misalnya. Diketahui bahwa ada lima siswa yang memilih teknik sipil. ’’Saya utamakan minatnya supaya anak tidak terpaksa,’’ tuturnya.

Kondisi itu juga terasa di SMAN 5. Banyak siswa yang ingin melihat hasil SNM PTN terpaksa gigit jari. Server lemot. Siswa sulit mengakses. ’’Banyak siswa yang mengeluh server sulit dibuka,’’ ungkap Eva Sundari, koordinator BK SMAN 5.

Selain sulit diakses, pengumuman lolos SNM PTN hari pertama tersebut masih meragukan. Sebab, beberapa siswa sempat mengadu tidak lolos SNM PTN saat kali pertama membuka website. Namun, saat login kali kedua, siswa itu justru lolos dan masuk dalam 50 besar siswa yang berhak memilih jurusan dalam SNM PTN.

Karena itulah, Eva menyarankan siswa mengecek pada hari berikutnya untuk memastikan hasilnya. ’’Kasus seperti itu jelas membingungkan siswa. Kalau hasil akhirnya ternyata dia tak lolos, kan juga kasihan,’’ terang alumnus Universitas Airlangga tersebut.

Selama ini mekanisme lolos tidaknya siswa dalam SNM PTN tingkat sekolah memang cukup merepotkan para guru. Terutama ketika melihat hasil siapa saja siswa yang lolos dalam seleksi tersebut. Sejak dua tahun terakhir, Panitia Pusat SNM PTN tidak memberikan data langsung pada sekolah. Padahal, mekanisme itu sangat membantu sekolah memberikan informasi secara cepat.

Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Kuliah Bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Siti Machmudah menjelaskan, mekanisme SNM PTN tahap sekolah sudah diatur panitia pusat. ’’Sekolah tidak bisa mengintervensi kebijakan tersebut,’’ tegasnya. (*)

News Reporter