Pencarian Diakhiri, Nasib MH370 Tetap Misterius

TRANSLAMPUNG.COM, KUALA LUMPUR – Setelah dua kali memperpanjang durasi, Ocean Infinity akhirnya menyerah. Kemarin, Selasa (29/5) perusahaan Amerika Serikat (AS) itu resmi mengakhiri pencarian pesawat Boeing 777-200ER milik Malaysia Airlines, MH370.

Kini, raibnya pesawat tujuan Beijing Capital International Airport itu akan tetap menjadi misteri.

Melalui pesan tertulis, Oliver Plunkett, chief executive Ocean Infinity, menyampaikan penyesalannya. Dia merasa gagal karena terpaksa mengecewakan kerabat dan keluarga para penumpang pesawat yang hilang pada 8 Maret 2014 itu.

”Saya minta maaf kepada keluarga dan kerabat para korban karena gagal memenuhi harapan mereka,” tuturnya sebagaimana dilansir Associated Press kemarin.

Perusahaan yang berbasis di Texas itu semula hanya akan melakukan pencarian selama 90 hari. Mulai Januari, Ocean Infinity menyisir area seluas 112.000 kilometer persegi untuk mencari pesawat yang mengangkut 239 orang tersebut.

Pencarian yang seharusnya berakhir Maret itu diperpanjang pada April dan Mei. Tapi, hasilnya tetap nihil. Padahal, area pencarian sudah empat kali lipat lebih luas dari rekomendasi pakar.

Ocean Infinity mengajukan diri untuk mencari MH370 setelah pemerintah Malaysia di bawah kepemimpinan PM Najib Razak menghentikan pencarian pada 2016.

Saat itu, bersama Australia dan Tiongkok, Malaysia sepakat untuk tidak lagi mencari pesawat yang dipiloti Kapten Zaharie Ahmed Shah tersebut. Tiga negara itu hanya akan melanjutkan pencarian jika ada bukti kuat tentang lokasi jatuhnya pesawat.

MH370 yang lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur pada dini hari itu putus komunikasi dengan menara kendali sekitar 30 menit setelah mengudara.

Pesawat diperkirakan lenyap saat berada di langit Laut China Selatan. Tapi, analisis lebih lanjut menyebutkan bahwa pesawat sempat berbelok ke barat dan utara sebelum benar-benar hilang tanpa jejak.

Karena sebagian besar penumpang MH370 adalah warganya, pemerintah Tiongkok pun kemudian aktif terlibat dalam misi pencarian. Australia juga terpanggil untuk ikut mencari pesawat nahas tersebut.

Namun, karena kendala teknologi dan biaya, pencarian resmi lantas dihentikan pada 2016. Selanjutnya, misi pencarian diteruskan Ocean Infinity sebelum akhirnya juga menyerah.

”Pencarian selama empat tahun ini merupakan upaya pencarian terlama dan terbesar sepanjang sejarah aviasi. Meskipun segala upaya telah berakhir, kami tetap berharap suatu hari nanti lokasi pesawat tersebut terdeteksi,” terang Menteri Perhubungan Australia Michael McCormack kepada Reuters. (hep/c17/ano/jpg)

 

News Reporter