. . .

Pemprov Lampung Sambut FESYAR Regional Sumatera 2018

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung cukup tinggi pada triwulan 1 tahun 2108. Sejalan dengan itu, kondisi ketenagakerjaan menunjukan perbaikan.

”Ini tercermin dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja pada triwulan dimaksud. Karenanya, tingkat pengangguran terbuka pada periode sama mengalami penurunan,” jelas Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, di ruang kerjanya, Rabu (1/8).

Menurut gubernur, dominasi pekerjaan sektor informal juga tercatat meningkat. Secara struktural hal itu konsisten dengan kualitas tenaga kerja Lampung, yang mayoritas memiliki pendidikan tinggi pada jenjang SMP atau 65,7 persen.

Namun begitu, di sisi lain tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah. Ini tercermin dari tingkat kemiskinan yang tergolong tinggi mencapai 13,04 persen di atas tingkat kemiskinan nasional sebesar 10,12 persen.

”Sumber pertumbuhan ekonomi baru yang bersifat inklusif, karenanya perlu terus digali untuk meningkatkan kesejahteraan yang merata,” paparnya.

Oleh sebab itu, terus gubernur, ekonomi dan keuangan syariah yang bersifat inklusif dan universal, menjadi sangat strategis untuk dikembangkan dan didorong sebagai salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat.

Pengembangan usaha syariah dan pemberdayaan ekonomi pesantren, khususnya di Lampung yang memiliki lebih dari 700 pesantren, secara signifikan mendorong berkembangnya usaha dan potensi ekonomi baru yang sesuai syariah.

”Selain itu meningkatkan peran aktif masyarakat dan pesantren dalam penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru, yang tentunya sangat selaras dengan tujuan pemerintah. Yaitu peningkatan pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” beber gubernur.

Dalam rangka itu, gubernur sangat merespons positif langkah Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah atau FESyar Regional Sumatera Tahun 2018 di Bandarlampung.

”Hal itu merupakan upaya nyata yang perlu disambut baik,  khususnya oleh masyarakat Lampung,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan FESyar yang diselenggarakan pada 2 hingga 5 Agustus 2018 di Swiss Belhotel dan Lampung Walk, kata gubernur, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan.

”Ini dalam rangka memberikan pemahaman mengenai ekonomi syariah dan mendorong penggunaan konsep syariah dalam berbagai  aktivitas dan kegiatan ekonomi masyarakat. Sehingga, kesejahteraan masyarakat Lampung lebih baik dan merata,” harap gubernur. (*)