. . .

Pemkot Tetap Sertifikasi Lapangan Waydadi

image_print

Serta Menata Ulang Jadi Fasum

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pemkot Bandarlampung tidak akan merubah kebijakannya untuk membuat sertifikat lapangan Way Dadi dan menanta ulang lapangan tersebut menjadi fasilitas umum.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN menduga penolakan iut karena ada segelintir orang yang sengaja memanfaatkan warga untuk melakukan penolakan.

“Masyarakat di kompori orang orang tidak bertanggungjawab, inikan fasilitas umum, sertifikatnya milik Pemkot Bandarlampung untuk kepentingan umum, jadi jangan ragu jangan bimbang, kalau tidak cepat disertifikatkan nanti diambil pengusaha, ini itu, tidak boleh,” kata Herman HN.

Wali Kota juga menegaskan sertifikat itu tetap akan atas nama pemkot Bandarlampung.

“Rakyat jangan di kompori. Mana ada sertifikat itu tulisannya rakyat, nanti dijual gimana, tapi kalau pemerintah yang nyimpannya gak bakal dirubah rubah,” kata dia.

Sekkot Badri Tamam menambahkan persoalan waega yang menolak sudah dijelaskan sehingga tidak ada masalah lagi. “Kemarin sore kan Pak Wali sudah menemui warga sudah dijelaskan set plan ada stadion mini, tribun termasuk penataan pedagang, intinya bahwa mis komunikasi ini sudah selesai, mereka sudah menerima,” kata Badri Tamam.

Dia mengatakan aset aset Pemkot ini memang harus ditegaskan kepemilikannya agar tidak menimbulkan persoalan kedepan.

“Fasilitas umum ini harus disertifikatkan karena kalau tidak akan menjadi konflik, atas nama pemkot bukan atas nama pribadi, negara yang memiliki, nanti di sertifikat itu jelas peruntukannya fasilitas umum,” kata dia.

Selain Lapangan Way Dadi, Lapangan Way Halim akan dilakukan hal yang sama. “Pembangunannya itu 2019, lapangan Way Dadi, dan lapangan Way Halim yang di Jalan Kimaja,” kata dia. (jef/hkw)