. . .

Pemkot Rancang Regulasi Pengelolaan Limbah MCK

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau sedang membuat sebuah rancangan Peraturan Daerah (Perda) baru. Regulasi tersebut mengatur tentang pengelolaan air limbah domestik.

“Ini yang kita rancang adalah Perda baru. Sebelumnya belum ada,” jelas Wakil Wali Kota La Ode Ahmad Monianse usai menghadiri workshop penyusunan rancangan Perda tentang pengelolaan limbah domestik di ruang rapat kantor Wali Kota, Senin (5/11).

Ia menguraikan, umumnya air limbah domestik ini bersumber dari air sisa  mandi cuci kakus (MCK). Sebagian limbah ini meresap ke dalam tanah yang kemudian dikonsumsi kembali manusia dalam bentuk air.

“Limbah domestik itu limbah rumah tangga seperti air jamban, mandi dan mencuci. Kalau tidak dikelola dengan baik, maka bisa menjadi ancaman masa depan kita. Karena sumber air kita banyak air tanah,” tandasnya.

Kata dia, poin penting Perda ini ada pada pengaturan dan pengawasan pembuangan limbah domestik itu. “Misalnya rumah tangga, kalau bikin septi tank tidak terancang baik, mungkin penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya bisa kita ditunda dulu,” imbuhnya.

Menurut dia, pihaknya memprediksi volume limbah MCK di Baubau semakin hari meningkat seiring perkembangan zaman. Karena daerah ini menjadi persimpangan perekonomian disertai pesatnya arus urbanisasi dan pembangunan hunian.

“Sebelum benar-benar menjadi masalah yang serius, kita sudah harus antisipasi dengan membuat Perda. Sekarang masih tahap pematangan, setelah itu baru dibawa ke DPRD. Harapan kita 2019 nanti, harus lahir ini Perda,” ulasnya.

Monianse menambahkan, beberapa rumah di kelurahan sudah menerapkan dan menjadi percontohan cara pengelolaan limbah MCK dengan baik. Rumah-rumah itu sudah menggunakan septi tank penampung limbah MCK.

“Di Waborobo ada 38 unit, Tampuna 41 unit, Kaisabu 71 unit, Labalawa 23 unit dan Sulaa enam unit. Kemudian ada disiapkan dua unit mobil tangki khusus yang siap menghisap limbah tersebut setiap tiga tahun sekali,” pungkasnya.(exa)