. . .

Pemkot Raih Penghargaan dari Kemenkes RI

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Raih penghargaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), Kepla Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Bandarlampung Edwin Rusli, tanpa bantuan relawan “kami bukan apa-apa”.

Demikian, diungkapkan Edwin Rusli penghargaan yang pihaknya dapatkan kali ini bukan tanpa jerih payah, semua dedikasi relawan serta tim kesehatan kota tapis berseri dalam memberi bantuan terhadap masyarakat NTB yang belum lama ini terguncang gempa.

Alhamdulillah, sebelumnya kami memang iklas dalam memberikan bantuan terhadap saudara kami yang berada di NTB pada saat terjadi bencana alam, yakni gempa, semua dedikasi kamu tim relawan dan tim kesehatan terus berusaha dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang terkena bencana,” ujar Edwin, Kamis (8/11).

Peghargaan yang diterima sebagai “kepada Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Dinas Kesehatan atas dedikasi yang telah diberikan oleh Tim Relawan Kesehatan saat terjadi bencana gempa di NTB”, yang diterima langsung oleh kepala dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang, pada Kamis (8/11).

Nah, atas penghargaan tersebut pun, pihaknya akan terus berusaha berbakti kepada nusa bangsa, serta memberi pelayanan kesehatan yang terbaik pula kepada masyarakat khusus kota Bandarlampung.

“Saya rasa hal ini jadi pemicu kami kembali dalam memberi pelayanan terbaik khususnya masyarakat Bandarlampung, yang memang tupoksi kami, walaupun terkadang apabila daerah lainnya terkena bencana kami siap membantu dalam hal kesehatan evakuasi lainnya,” paparnya.

Diketahui,  bantuan kemanusiaan yang dilakukan pemerintah kota Bandarlampung bukan hanya saat tragedi bencana alam gempa NTB, namun pada saat terjadi adanya tsunami Palu, serta kejadian pada (11/5) yang juga terjadi bencana alam erupsi gunung merapi.

“Memang inu tugas kami, kami sebagai pengabdi negara sudah sepantasnya memberikan pelayanan, bantuan terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan, bukan tutup mata, itu lah gunannya Bhineka Tunggal Ika, meskipun berbeda daerah bila terjadi kejadian bencana seluruh masyarakat diIndonesia lah dapat merasakan kesedihannya,” tandasnya. (jef/hkw)