Pemkot Metro Gelar Musrenbang Kecamatan

0
263
views

TRANSLAMPUNG.COM, METRO-Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan tahun 2017, yang saat ini berlangsung di Aula Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Rabu (9/2).

Musrenbang tersebut, dihadiri Walikota Metro Ahmad Pairin, Wakil Walikota Metro Djohan, Kepala SKPD se- Kota Metro, Camat dan Lurah di Metro Timur, serta para tokoh masyarakat.

Walikota Metro Ahmad Pairin menambahkan bahwa untuk pembangunan di Kecamatan Metro Timur sebesar 12,89 miliar. Saya mengajak semua kepala SKPD untuk dapat berfikir keras, agar dalam rencana ini mendapatkan hasil yang maksimal di tahun 2018.

“Sebaiknya dalam pembangunan infrastruktur perlu di koordinasikan ke kelurahan, agar tepat dengan titik sasaran yang menjadi prioritas. Dan saya menambahkan, Pemerintah Kota Metro pada tahun ini akan memberangkatkan umroh sebanyak 20 orang,” kata Pairin.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Walikota Metro Djohan mengatakan, musrenbang ini untuk pembangunan Kota Metro, yang khusunya di Metro Timur. Musrenbang ini menyampaikan hasil dari kesepakatan yang telah dilakukan pada musrenbang tingkat kelurahan se-Kecamatan Metro Timur.

“Jadi saya minta kepada masyarakat hendaknya mengusulkan keluhan atau kekurangan lewat camat dan lurah sekitar. Ayo kita sama-sama perduli dengan lingkungan sekitar, sehingga jangan saling menyalahkan ketika proyek sudah berjalan,” ujar Djohan.

Camat Metro Timur Rosita Tarmizi, mengatakan Peserta Musrenbang Kecamatan ini dihadiri dari delegasi, yang setiap kelurahan menghadirkan 30 orang, dan dengan jumlah keseluruhan menjadi 150 orang.

“Kecamatan Metro Timur seluas 11,78 km2 dengan jumlah 179 RT/ 57 RW telah memperoleh PBB tahun 2016 sebanyak 81,03%. Tak hanya itu, Kecamatan Metro Timur unggul di aspek pendidikan dan home industri,” ujar Rosita.

Lanjutnya, Ia mengatakan permasalahan yang ada di Kecamatan Metro Timur, berupa genangan air di titik-titik tertentu, terjadinya longsor di bantaran sungai, serta para masyarakat meminta kejelasan tentang aset tanah milik pemerintah, dari hasil penggusuran Pasar Tejoagung.

“Sebagian besar rumah kos yang berada di Kelurahan Yosomulyo dan Iringmulyo tidak memiliki izin, yang mana ini dapat menjadi tambahan di PAD Kota Metro,” jelasnya.(r3)