Pemkot Bersinergi dalam Awasi Makanan Bersama BBPOM

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui perpanjangan tangannya di tingkat Kecamatan dan Kelurahan diharapkan mampu melakukan sidak tiga bulan sekali terhadap obat dan makanan yang beredar di Kota Bandarlampung.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Frans Agung MP Natamenggala dalam acara pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi, edukasi (KIE) obat dan makanan bersama BBPOM Bandarlampung di Graha Gading, Selasa (27/2).

“Artinya kita lebih hati-hati terhadap pengawasan terhadap obat dan makanan khususnya diwilayah balam, karena sudah banyak super market termasuk besar dan kecil dan toko-toko obat yang ada, kalau gak kita awasi dampaknya nanti berbahaya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Untuk itu, Frans menegaskan perlu adanya sidak tiga bulan sekali oleh pemerintah kota Bandarlampung, namun yang melakukan pengawasan adalah Camat dan juga Lurah setempat.

“Karena (mereka) ini yang memiliki wilayah, gak mungkin seorang walikota memonitor, tentu harus ada laporan dari camat dan lurah, selain itu Forkopinda juga harus mengawasi jangan sampai kecolongan, dan jika ada (ketahuan toko menjual obat dan makanan tidak layak) perlu sanksi tegas, tapi sebelumnya dilakukan pembinaan,” katanya.

Masih kata Frans, pengawasan ini perlu segera dilakukan mengingat tiga bulan lagi menjelang puasa.

“Saya tidak ingin masyarakat di Bandarlampung tidak pintar memilih makanan segar dalam menyambut bulan puasa,” ungkapnya.

Selain itu melihat perkembangan Kota Bandarlampung, Frans menilai sudah banyak home industri yang berdiri. Maka perlu sekali adanya ruang uji laboratorium dari badan kesehatan dan BPOM.

“Dengan adanya itu, jaminan masyarakat kota Bandarlampung bisa membeli makanan maupun obat yang seseuai dengan daftar label Depkesnya BPOM dan legal,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Walikota Bandarlampung M Yusuf Kohar menyambut baik masukan dari Anggota Komisi IX DPR RI, Frans Agung MP Natamenggala.

“Ini sangat bagus, pak frans membawa sosialisasi supaya makanan dan obat di Bandarlampung dipastika aman, apa yang di sampaikan pak Frans semua masyarakat instansi Lurah, Camat, Forkopimda bisa bersatu padu untuk memastikan makanan obat itu bisa dikonsumsi secara aman,” ungkapnya.

Yusuf Kohar menambahkan, bahwa saran dari Frans merupakan sebuah masukan yang tepat untuk membangun Kota Bandarlampung.

“Kita setiap saat lakukan, sidak ini memang tepat, dan ini jadi tonggak sejarah dalam melakukan sidak (Obat dan Makanan), jadi apa saran frans itu jadi masukan,” tutupnya. (jef/hkw)

News Reporter