. . .

Pemkot Bandarlampung Akan Bangun Dua Fly Over di Jalan Untung Suropati dan Jalan Komarudin

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung membangun dua flyover yang berada di Jalan Untung Suropati dan Jalan Komarudin kemungkinan akan memiliki kendala, sebab belum terdapat kesepakatan antara Pemkot dan pemilik tanah atau bangunan.

Salah satunya Pembangunan flyover yang menghubungkan Jalan Untung Suropati dan Jalan RA Basyid. Pasalnya, pembebasan lahan di dua jalan tersebut belum menemukan titik temu.

Salah satu warga yang terkena dampak pembebasan lahan, Karjoyo (65), mengatakan bengkel sepedanya yang berada di Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu Raya, Labuhan Ratu juga terkena dampak.

“Di jalan ini katanya yang kena sekitar 120 meter. Kami warga minta harga ganti rugi tanahnya Rp 3 juta per meter, tapi pemkot mintanya Rp 2 juta per meter. Sampai sekarang belum deal dengan pemkot,” ujarnya, Kamis (10/1).

Dia menjelaskan, warga mendukung penuh rencana pembangunan flyover tersebut. Namun, warga juga meminta agar Pemkot dapat memperhatikan dampak yang ditimbulkan akibat selama proses pembangunan itu nanti.

“Kami nggak masalah, kami mendukung asal sesuai saja. Sudah dua kali diukur kok, katanya harga ganti rugi bangunan beda, tanahnya beda. Harga pasaran tanah di sini lebih dari Rp 3 juta, kalau jual pakai harga segitu sudah laku saya jual dua tahun yang lalu. Kami jual dengan harga murah begitu karena mau bantu pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, warga yang berada di seberang jalan Untung Suropati yaitu RA Basyid, Kecamatan Tanjung Senang, belum menyetujui kesepakatan ganti rugi lahan yang diberikan oleh Pemkot Bandar Lampung, sebab dinilai tidak sesuai dengan harga pasaran.

“Kalau angka pasti tiap warga saya nggak paham, beda-beda. Tapi ada yang sampai Rp 10 juta mintanya, pemkot enggak mau karena tidak ada dananya, mereka sanggup bayar Rp 2 juta saja. Harga tanah di sini kan memang sudah mahal,” jelas perempuan yang enggan menyebutkan namanya.

Dirinya menjelaskan, banyak warga yang tak setuju dengan pembangunan flyover ini. Sebab, keberadaan flyover di jalan tersebut tidak terlalu dibutuhkan.

“Ya kan di sini nggak macet-macet banget, macet juga karena ini kan memang pasar. Warga disini banyak yang kurang setuju. Tapi memang sudah beberapa kali pemkot sosialisasi soal ini. Kami belum deal dengan ganti ruginya,” tutup wanita berjilbab itu. (jef)

error: Content is protected !!