. . .

Pemkab Pringsewu-BBPOM Teken MoU

image_print

Sosialisasikan INPRES NO.4 Tahun 2017

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Balai Besar POM Bandarlampung dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu melakukan kerjasama dalam rangka peningkatan koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di daerah.

Kepala Balai Besar POM di Bandarlampung Syamsuliani dan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait kerjasama tersebut di ballroom Hotel Urbanstyle, Pringsewu, Rabu (18/7).

Acara tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi Inpres No.3 Tahun 2017 dengan lintas sektor di Kabupaten Pringsewu. Sosialisasi yang menghadirkan narasumber dari BBPOM dan Dinas Kesehatan ini diikuti oleh berbagai utusan dari sejumlah organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu serta sejumlah instansi vertikal lainnya.

Turut menghadiri kegiatan tersebut, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pringsewu Ir.Hi.Junaidi Hasyim, Kadis Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Purhadi serta jajaran muspida setempat.

Kepala Balai Besar POM di Bandarlampung Syamsuliani dalam sambutannya mengatakan permasalahan dalam pengawasan obat dan makanan sangat kompleks dan selalu terjadi, seperti penyalahgunaan obat, obat tanpa izin edar dan bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Oleh karena itu, untuk mengurangi kejadian masalah tersebut, tidak dapat hanya semata-mata oleh Badan POM,  namun perlu dilakukan kerjasama lintas sektoral yang didasarkan kepada perjanjian kerjasama.

“MoU antara Pemkab Pringsewu dengan Badan POM ini sesuai dengan Inpres No.3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Pengawasan Obat dan Makanan yang dikeluarkan pada tanggal 10 Maret 2017,” katanya.

Pihaknya juga mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar lnpres No.3 tahun 2017 dapat terlaksana di lapangan.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi dalam sambutannya sangat mendukung ditandatanganinya MoU sekaligus disosialisasikannya Inpres No.3 tahun 2017 tersebut, dimana dengan semakin kuat dan intensif pengawasan terhadap makanan dan minuman serta obat-obatan berbahaya akan berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Sebelum adanya MoU ini, Pemkab Pringsewu sudah beberapa kali mengadakan kegiatan dengan BBPOM. Diantaranya melakukan kunjungan ke sentra-sentra industri makanan, sidak ke  pasar-pasar tradisional dan modern yang menjual makanan dan minuman serta obat-obatan,” ungkapnya.

Fauzi juga menilai perlunya sinergitas lintas sektoral guna meningkatkan pengawasan terhadap makanan dan minuman serta obat-obatan dari hulu sampai hilir. (rez/hkw)