. . .

Pemkab Pesibar Tanggapi Musibah Jembatan Bailey

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESIBAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) menanggapi musibah bencana alam yang menyebabkan lumpuhnya jembatan bailey,  di Jalan Lintas Barat (jalinbar),  kilo meter 20, Pekon Mandiri Sejati, Kecamatan Pesisir Selatan, kabupaten setempat.

Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal dalam unggahan video yang dirilis bagian hubungan masyarakat menyampaikan bahwa pemerintah setempat sudah pernah untuk menawarkan diri membangun dan pembuatan talut abrasi di daerah jembatan bailey tersebut, namun hal tersebut tidak diperbolehkan mengingat jalur jalinbar merupakan kewenangan pusat dan sudah dianggarkan melalui APBN pusat.

“Jadi bukan kami (red) Pemkab Pesibar dalam hal ini bupati, wakil bupati dan dinas terkait tidak mau membangun segera jalan yang putus tersebut dan bukan melepaskan tanggung jawab, melainkan tidak diperbolehkan. Seperti halnya yang disampaikan masyarakat luas di  media sosial, “ujarnya, Kamis (26/7) di unggahan video tanggapan Pemkab Pesibar.

Dijelaskan Agus tidak lama lagi jembatan tersebut mudahan akan segera di bangunkan mengingat itu semua sudah di anggarkan dan sudah ditanderkan tinggal menunggu waktu kapan akan dibangunkan.

“Masyrakat mesti bisa membedakan kewenangan jalan dan kita mesti ketahui,  ada yang jalan yang merupakan kewenangan kabupaten,  ada juga jalan kewenangan provinsi dan ada juga jalan yang merupakan kewenangan pusat atau negara dan Jalinbar merupakan kewenangan pusat, “terangnya.

Sementara, Kanit lantas,  Ipda Affandy  menghimbau kepada masyarakat yang menggunakan jalan agar kiranya bisa lebih hati-hati mengingat cuaca saat ini masih sangat extrame, terutama yang akan melewati dibawah jembatan bailey yang sedang darurat.

“Meskipun pengendara melewati jalur yang putus tersebut untuk bisa lebih hati-hati dan melihat luapan air laut,  jika masih surut segera melintas mengingat durasi gelombang laut sangat cepat,”tandasnya.  (r7)