. . .

Pemkab Pesibar Segera Perbaiki Jembatan yang Putus

image_print

Revisi Anggaran Selesai dalam Lima Hari Kedepan

TRANSLAMPUNG.COM, PESISIRBARAT – Putusnya jalan Nasional Lintas Barat Sumatra tepatnya di Pekon (desa) Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pasibar) merupakan dampak dari tingginya curah hujan yang terjadi pada bulan oktober tahun 2017 sehingga mengakibatkan putusnya jalan Nasional di Kabupaten setempat.

Menurut Kadis Kominfo, Tedi Jatmiko angkat bicara atas kejadian tersebut, dia mengatakan bahwa Bupati, Agus Istiqlal segera memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bertindak cepat dengan menyiagakan alat berat di lokasi guna antisipasi jalan darurat, dan mengatur lalu lintas ditempat kejadian dan juga berkoordinasi dengan polres Lambar. Selain itu Pemkab Pesibar juga dengan cepat berkoordinasi dengan P2JN dan PPK Jalan Nasional dengan hasil bahwa akan dibangun secepatnya jembatan Bailey sambil menunggu pembangunan jembatan dari APBN.

“Menyadari dampak dari putusnya jalan nasional tersebut sangat berpengaruh bagi roda perekomian masyarakat, Pemkab Pesibar merespon cepat dengan kembali menyiagakan alat berat guna membantu dan mengkondisikan jalan darurat disamping jembatan bailey yang roboh dengan cara melakukan pengerasan dan penahan arus air dengan tumpukan pasir laut agar air pasang tidak dengan mudah menggenangi jalan darurat yang dikondisikan, selain itu juga dipasang belahan pohon kelapa agar kendaraan yang melintas tidak mudah terperosok dan tersangkut, “unjarnya,  via telpon pada sabtu,  (28/7).

Dijelaskannya, dalam waktu dekat ini Pemkab Pesibar melalui OPD terkait kembali menurunkan alat berat guna membantu membuka kembali jalan darurat agar arus kendaraan tidak terhambat total sembari menunggu pembangunan jembatan Permanen dari APBN yang pada saat ini telah melewati proses tender di pemerintah pusat. Seyogyanya pengerjaan pembangunan jembatan tersebut sudah bisa terlaksana pada saat ini, akan tetapi dengan kejadian bencana alam beberapa waktu lalu dan analisis bersama antara pemenang tender dan PPK Jalan Nasional melihat kondisi alam dan situasi lapangan dinilai harus dilakukannya revisi anggaran dikarenakan ada penambahan item pekerjaan untuk menanggulangi jalan putus tersebut. Dan menurut keterangan dari PPK Jalan Nasional proses revisi anggaran dimaksud mudah-mudahan akan selesai dalam waktu 5 hari kedepan ini terhitung dari hari ini.

“Pemkab Pesibar sendiri terus mendesak agar pembangunan jembatan dari APBN ini dapat dilaksanakan secepatnya karena putusnya jalan nasional ini memiliki multi efek bagi sendi-sendi kehidupan masyarakat khususnya masyarakat setempat. Dalam hal ini Pemkab kembali melakukan pembendungan, pengerasan dan membuat 2 jalur sementara agar lalu lintas yang melalui jalur tersebut tetap dapat berjalan sambil menunggu pembangunan jembatan dilaksanakan, dan mengharapkan doa dari seluruh lapisan masyarakat agar masalah ini dapat segera teratasi dan Kabupaten para sai batin dan para ulama dapat terhindar dari bencana,” tandas Kadis yang Baru dilantik beberapa minggu lalu.  (r7/hkw)