Pemkab Lamsel Tutup Paksa PT San Xiong Steel Indonesia

Tidak Sesuai K3, Matala: Dalam Pengawasan Pemprov

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Kerap menimbulkan kecelakaan kerja, PT San Xiong Steel Indonesia yang bergerak dipeleburan besi ditutup paksa oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Penutupan paksa tersebut, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan Jajaran Dinas terkait diantaranya Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lampung Selatan Thamrin, Kepala Disnaker Sahlani, Kepala Diskominfo Hendra Jaya, Kabag Pengawasan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) A.Herry, Kabag Hukum Erdanda dan Camat Katibung Sabilal.

“Saya minta pihak PT San Xiong Steel Indonesia tidak melakukan aktivitas terlebih dahulu sebelum memenuhi kewajibanya. Sebab, dari hasil sidak yang dilakukan perusahaan tidak sesuai dalam keselamatan kerja. Pada hari ini, perusahaan kami tutup dengan waktu yang tidak terhingga,” tegas Wakil Bupati Lamsel Nanang Ermanto saat inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Jajaran Pemkab Lampung Selatan, di PT San Xiong Steel Indonesia di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lamsel, Selasa (13/2).

Menurut Nanang, perusahaan peleburan besi itu harus memberikan kesejahteraan kepada para pekerjanya. Sebab, banyak pengaduan dari pihak pekerja diperusahan tersebut kesejahteraannya kurang.

“Para pekerja harus diberikan kesejahteraan yang baik. Selama perusahaan ditutup oleh Pemkab Lamsel, PT San Xiong Steel Indonesia wajib memberikan gaji para pekerja,” kata dia.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Lampung Selatan Mulyadi Saleh, mengatakan perusahaan tersebut sudah tidak tertib lagi baik luas gudang maupun prosedur peleburan sudah menyalahi Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Selain itu,  kesejahteraan buruh diperusahan juga sangat menjadi perhatian Pemkab Lamsel.

“Sepanjang perusahaan belum memenuhi kewajibanya akan dihentikan segala kegiatan,” katanya.

Lebih lanjut, Mulyadi Saleh menjelaskan, dari hasil cek lapangan diketahui luas area peleburan besi mencapai 12.600  meter Persegi. Sementara, yang dilaporkan oleh pihak perusahaan 6726 meter persegi. Lalu, gudang besi yang dilaporkan 3060 meter persegi. Sedangkan, hasil cek dilapangan luasnya mencapai 4860 meter persegi.

“Ini secara administrasi PT San Xiong Steel Indonesia sudah tidak sesuai lagi dan keselamatan kerja para pekerja belum bisa mencerminkan keamanan dari bahaya yang timbul akibat percikan api,” ungkapnya.

Dilain pihak HRD PT San Xiong Steel Indonesia, Matala Clara menyatakan, perusahaan ini sudah pernah didatangi oleh pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

“Jadi, kini masih dalam pengawasan pihak Pemprov Lampung,” ucapnya.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

Setelah mendapatkan pernyataan Wakil Bupati Lamsel untuk tidak melanjutkan pekerjaan, para karyawan tersebut langsung pulang semua meninggalkan perusahaan tersebut. (jhn/hkw)

News Reporter