Pemkab Kecewa Beras Tak Layak Konsumsi, Bulog Klaim Sudah Sesuai Prosedur

0
267
views

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN-Pemerintah Kabupaten Pesawaran terkejut adanya informasi bantuan beras dari Kementrian Sosial (Kemensos) yang di peruntukan kepada masyarakat terkena musibah banjir, pasalnya beras yang di terima sebagian masyarakat sudah tidak layak di komsumsi.

Dengan adanya kejadian ini pemkab Pesawaran melalui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pesawaran, Yulizar mengatakan bahwa pihaknya membenarkan adanya bantuan beras yang tidak layak kepada masyrakat, namun pihaknya juga membantah karena beras tersebut bukan bantuan dari Pemkab Pesawaran.

“Memang iya, ada informasi laporan warga ada bantuan beras tidak layak di konsimsi pas kita kelapangan kami tidak menemukan beras tersebut kalau pun ada kami akan ambil sempel untuk bukti kompirmasi ke pihak Bulog,” kata Yulizar saat di hubungi Trans Lampung, Minggu (26/2).

Menurut Yulizar bahwa bantuan beras tersebut adalah jatah stok berasa dari Kemensos di peruntukan di seluruh Indonesia se-Kabupaten/Kota terutama Kabupaten Pesawaran namun bantuan tersebut di simpan di Gudang Bulok Provinsi Lampung dan beras tersebut bisa di ambil kalau ada bencana di kabupaten/kota itu.

“Jatah beras untuk Pemkab Pesawaran 100 ton makanya bapak bupati membuat SK tanggap darurat karena itu jalan untuk mencairkan beras tersebut, jadi kita ambil 50 ton untuk di bagikan kemasyarakat kami juga sudah mengecek beras tersebut mungkin ada dinataranya beras tersebut tidak layak komsumsi karena di gudang itu sudah lama tidak di ambil,” Kata dia.

Pihaknya juga merasa miris atas kejadian ini kalaupun benar adanya maka pihaknya akan melakukan kordinasi kepada Kemesos dan pihak Bulog Provinsi Lampung.

“Pak Bupati juga merasa kecewa atas kejadian ini yang jelas langkah kita kedepan ini akan melakukan kodinasi kepada Kemensos dan pihak Bulok agar kedepan ini tidak ada lagi kejadian seperti ini,” Kata dia .

Kemudian saat dikonfirmasi kepada pihak Bulog Provinsi Lampung, untuk terjadinya kelalaian pada pendistribusian beras dirasa tidak terdapat pada Bulog.

Kepala Seksi Harga Pasar (Kasi Gasar), Abubakar Assidiq menjelaskan, bahwa sebelum pendistribusian beras selalu dilakukan pengecekan pada setiap karungnya.

“Sebelum beras dikeluarkan dari gudang, kita selalu mangecek satu persatu karung beras, jadi kemungkinan lolos dari pemeriksaan sangatlah kecil,” kata pria yang akrab dipanggil Abas kepada Translampung via telpon.

Abas juga menambahkan, jika memang beras yang didistribusikan oleh bulog tidak layak konsumsi, dan ada bukti yang nyata dapat langsung dilaporkan kepada Bulog dan dapat langsung ditukar.

“Kalau memang beras itu rusak, tolong kepada panitia yang menyerahkan bisa langsung dilaporkan ke kami dan bisa lansung ditukar, dan seharusnya panitia sebelum memberikan ke warga beras tersebut diperiksa terlebih dahulu, kan tidak mungkin perorang itu dapat satu karung beras,” ujarnya.

Dan sekali lagi dia menegaskan bahwa dari pihak Bulog sudah memeriksa sebelum dikeluarkan dari gudang.

“Sekali lagi saya tegaskan, bahwa dari Bulog sudah diperiksa sesuai dengan prosedur,” tegasnya.(ydn/hkw)