Pemerintah Siapkan Sanksi dan Denda

0
456
views
SANKSI THR: Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri saat memberikan keterangan pada para awak media.

Bagi Perusahaan yang Tidak Beri THR pada Pekerja

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA- Perusahaan yang tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) terhadap pekerja atau buruh, harus berhati-hati.

Sebab pemerintah lewat Kementerian Tenagakerjaan (Kemenaker) sudah menyiapkan sanksi dan denda pada perusahaan yang nakal.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan THR terhadap Hari Raya Idul Fitri 2017 ini.

Pengawasan tersebut merujuk pada Permenaker Npmor 20/2016 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Administratif, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan yang di dalamnya mengatur sanksi tegas bagi perusahaan yang lalai membayar THR.

“Pengusaha yang tidak membayar THR maka sesuai aturannya, ada sakksi yang diberikan, ada denda 5 persen‎ dari total THR yang harus dibayar,” ujar Hanif di kantor Kemenaker, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/6).

Sementara Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PP dan K3) Maruli A Hasoloan mengatakan, pengusaha juga akan dikenakan sanksi administratif.

“Sanksi akan deiberikan kepada pengusaha yang terbukti melanggar, meliputi sanksi berupa teguran tertulis dan sanksi pembatasan kegiatan usaha,” kata Maruli.

Sanksi tertulis ini ungkap Maruli tidak akan diberikan kepada perusahaan yang memiliki permasalah dalam kondisi keuangan atau finansialnya.

Kondisi keuangan itu dilihat dari 2 tahun keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik.

“Jadi hanya diberikan sanksi pembatasan kegiatan usaha. Sanksi ini akan hilang sampai pengusaha memenuhi kewajiban membayar THR,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan pemerian THR kepada pekerja atau buruh selambat labatnya 7 hari sebelum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 2017.

Pekerja atau buruh yang hanya baru bekerja 1 bulan juga berhak menerima THR. THR itu diberikan secara proposional dengan menghitung jumlah masa kerja kemudian dibagi 12 bulan dan di kali 1 bulan upah. (jpg)