Pemerintah Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Idul Fitri

0
600
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- Jelang hari raya Idul Fitri 1438 H pemerintah pastiksn Harga bahan pangan di Lampung  secara umum terpantau stabil. Bahkan, beberapa komiditi mengalami koreksi harga. Meskipun begitu, upaya stabilisasi harga pangan tetap dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga pada komoditi tersebut, Minggu(18/6).

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi Lampung sekaligus Wakil Ketua TPID Provinsi Lampung Arief Hartawan menjelaskan, upaya stabilisasi harga akan terus dilakukan sehingga harga bahan pangan akan tetap stabil sampai dengan lebaran bahkan hingga akhir tahun 2017 mendatang. 

“Concern kita saat ini lebih kepada beberapa komoditi. Seperti komoditi yang harganya masih diatas harga acuan tetapi stabil. Kemudian komoditi yang meski harganya di bawah harga acuan tapi mengalami kenaikan sedikit demi sedikit,” jelasnya dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga dengan perwakilan Kementerian Perdagangan RI, Pemprov Lampung, distributor besar di Lampung, KPPU, Polda Lampung dan Bulog, Jumat (16/6). 

Salah satu komoditi yang menjadi perhatian adalah gula pasir yang saat ini pasokannya tersedia sangat cukup. Dari Bulog sendiri tersedia pasokan 3,6 ton dan harganya stabil di Rp 12.500/kilogram.

Begitupun dengan daging sapi beku, Bulog menyediakan 2 ton daging beku yang siap disalurkan ke daerah-daerah di Lampung, paling baru adalah ke Pesisir Barat. 

Komoditi lainnya yaitu bawang putih. Saat ini bawang putih bervariasi dan berkisar di harga Rp 30 ribu/kilogram. Harga ini diperkirakan akan terus turun sebab di negeri produsennya (Cina) sedang panen.

Khusus bawang putih, TPID juga akan mendorong pemerintah untuk stabilkan harga salah satunya dengan menggandeng mitra dari Jawa yaitu CV. Sinar Padang untuk jamin pasokan bila terjadi gejolak harga.  

Selanjutnya adalah minyak goreng, minyak goreng premium memang dipasarkan dengan harga masih diatas HET acuan yang ditetapkan. Dan ini masih banyak diminati oleh masyarakat. Meski begitu, untuk minyak goreng kemasan sederhana sudah ditetapkan sebesar Rp 11 ribu/liter.

Dalam hal ini TPID berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong agar minyak goreng ini semakin tersedia menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. 

“Untuk beras juga tidak ada masalah, pasokan pun banyak. Saat ini kita lebih concern terkait dengan penyaluran beras untuk golongan masyarakat kurang mampu, khususnya di Bandar Lampung, agar segera terdistribusikan kepada warga yang membutuhkan,” pungkas Arief.(r4)