Pemerintah Naikkan Daya Listrik Jadi 5.500 VA

0
40
views

Jamin Tak Ada Kenaikan Tarif

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Belum sampai sepekan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) sudah berencana untuk kembali merubah kenaikan daya listrik, dari yang sebelumnya 4.400 VA menjadi 5.500 VA.

Padahal sebelumnya, penyederhanaan golongan daya listrik kepada pelanggan golongan 900 VA nonsubsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA menjadi 4.400 VA.

Sedangkan golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan.

Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

“Sekarang angkanya agak cukup bergeser dari apa yang rilis kami keluarkan. Sekarang angkanya itu untuk 450 VA dan 900 VA, untuk yang subsidi itu tetap. Kemudian yang 900 VA yang masih ada subsidi sedikit itu juga tetap, tapi akan kita dorong jadi yang 1.300 VA. Kemudian untuk 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, itu akan naik menjadi 5.500,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/11).

Dadan menjelaskan, perubahan itu dilakukan atas pertimbangan terhadap penetapan tarif yang sama dari golongan 1.300 VA ke 5.500 VA, yakni Rp 1.467,28 per kWh. Oleh karena itu, menaikkan daya 5.500 VA dianggap sebagai jawaban.

“Ini harga yang sekarang sama itu untuk per kWh-nya itu sampai 5.500 VA dan 1.300 VA,” tuturnya.

Meski demikian, Dadan memastikan jika kebijakan tersebut tidak akan memengaruhi perubahan tarif listrik. Itu artinya, masyarakat masih akan menikmati tarif yang sama dan iuran listrik yang sama asalkan juga dengan pemakaian yang sama.

“Jadi pernyataan pertama tadi Pak Menteri menyampaikan ke saya untuk disampaikan ke publik, bahwa tidak ada perubahan harga. Jadi ini tidak ada perubahan harga sama sekali, masyarakat tidak menanggung apapun dari sini. Tapi kalau masyarakat menggunakan listrik lebih banyak, ya membayar sendiri,” pungkasnya. (jpg/rus)