. . .

Pemblokiran Medsos Ganggu Pelayanan KTP di Bandarlampung

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pemblokiran Media Sosial (Medsos) oleh Pemerintah Pusat untuk mengurangi adanya penyebaran berita hoax, ternyata berpengaruh terhadap pelayanan Pemerintah di Daerah.

Salah satunya di Kota Bandarlampung, pelayanan pembuatan KTP Elektronik untuk warga terganggu. Hal tersebut diungkapkan Walikota Bandarlampung, Herman HN, pada Jumat (24/5).

Kendati demikian, Herman HN menyetujui kebijakan tersebut. Sebab, bertujuan untuk menghindari pesan hoax dari kelompok yang tidak bertanggungjawab.

“Terkait pembatasan media sosial kita merasakan dampak, termasuk saya kena, KTP saya dua hari nggak bisa bergerak,” kata Herman sesuai menghadiri buka puasa bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).

Orang nomor satu di Kota Bandarlampung ini, berharap masyarakat bisa menerima semua keputusan dari pemerintah. Karena sangat baik untuk mempersatukan dan mempererat hubungan seluruh rakyat Indonesia, dan bangsa tidak terprovokasi.

“Pembatasan medsos itu harus kita terima, karena jika tidak ada pemblokiran dan dibiarkan, wah kacau ini. Kita ingin kemerdekaan diisi dengan pembangunan, bukan dengan kekacauan,” ungkapnya.

Dengan begitu, dirinya setuju dengan pembatasan jaringan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. “Saya setuju, kan ini cuma dua tiga hari ya. Coba kalau nggak diblokir, apa jadi nya Indonesia ini. Karena rakyat juga banyak yang agak setengah setengah,” tukasnya.

Lain daripada itu, ia mengaku tidak mempersoalkan ganguan yang terjadi pada facebook, Instagram, Twitter dan Whatshapp karena tidak pernah berselancar didunia maya.

“Nggak, saya nggak ada media sosial, ngapain lah. Saya cuma inginkan bagiamana, aman tentram. Bukan di Lampung aja, tapi seluruh Indonesia,” imbuh dia. (enj)

 

error: Content is protected !!