Pembangunan Tugu Batas Desa Kisruh

0
156
views
KISRUH: Lokasi pembangunan tugu batas desa Cilimus yang menuai kecaman masyarakat desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran.

Diduga Serobot Tanah Desa Sebelah

TRANSLAMPUNG.COM, TELUK PANDAN-Pembangunan tugu perbatasan antara Desa Cilimus dan Desa Hanura oleh kepala Desa(Kades) Cilimus A.Yani menuai kecaman dari Kades Hanura kecamatan Teluk Pandan Kabuapten Pesawaran.

Dalam rencana pembangunan tugu perbatasan yang di lakukan oleh Kedes Cilimus ini selain telah melakukan penyerobotan lahan milik Desa Hanura kades Cilimus ini juga tidak pernah melakukan kordinasi terlebih dahulu kepada pihak Desa Hanura terutama kepada Kodri selaku Kades, sehingga membuat Kodri menjadi “berang” lataran pembangunan itu tanpa melakukan musyawarah terlebih dahulu kepada dirinya.

“Saya sangat menyayangkan langkah-langkah A.Yani yang semau-maunya membangun tanpa melakukan kordinasi lagi kepada saya, setidaknya dia (A.Yani) melakukan musyawarah terlebih dahulu untuk merecanakan pembangunan itu karena pembangunan itu “mencaplok” lahan di wilayah Desa Hanura masalahnya di sebelah kanan sisi jalan itu adalah wilayah desa kita,” kata Kodri saat di wawancarai Trans Lampung di kantornya, Sabtu (15/7).

Menurut Kodri bahwa langkah yang di ambil oleh Kades Cilimus ini juga membuat beberapa tokoh masyarakat yang ada di Desa Hanura mempertanyakan kepada dirinya karna selama ini para tokoh masyarakat tidak pernah melakukan rembukan masalah pembangunan tugu tersebut.

“Memang beberapa tokoh masyarakat disini mempertanyakan kepada saya bagaimana bisa belum melakukan musyawarah kok kades cilimus semau-maunya memabangun tugu tersebut ,malah saat ini sudah banyak matrial yang masuk,” ucapnya .

Kodri juga menjelaskan bahwa bukan hal ini saja yang telah di lakukan oleh A.Yani yang semau- maunya melakukan pembangunan -pembangunan tampa melalui musyawarah terlebih dahulu sehingga mengakibatkan dapaknya terhadap Desa Hanura .

“Dulu dia(A.Yani )membuat Dranase penagis air di wilayahnya namun dia tidak mengindahkan dampaknya sehingga waktu datang banjir airnya meluap masuk ke Desa Hanura ,namun dengan begitu saya harus menagulangi masalah ini dengan membuat pagar penagkis air juga.Artinya hal ini diluar perencanaan kita tapi masalah itu masih kita maklumi ,Nah ini timbul masalah -masalah baru lagi dan ini sudah sangat keterlaluan,” ujarnya

Dirinya juga mengakui bahwa selama rencana pembanguna tugu tersebut upaya pihak kades Cilimus mengundang dirinya untuk bermusyawarah di Desa Cilimus namun kodri enggan menghadirinya lataran udangan itu tidak melalui prosedur yang tepat.

“Piil bagi saya maunya kitakan mereka yang datang kesini karna mereka yang mengharapakan itu saya juga sudah menyarankan kepada pihak Sekdes untuk membuat surat resmi namun sampai saat ini juga belum ada kejelasanya tentunya semua permasalah jika di selasaikan secara bijak akan membuahkan hasil yang maksinal,” tegasnya .

Sementara itu A.Yani selaku Kades Cilimus mejelaskan bahwa rencana pembangunan Tugu perbatasan tersebut memang sudah di rencanakanya sejak tahun 2016, namun baru terealisasi di tahun 2017 ini .

“Pembangunan itu sudah lama kita rencanakan, nah di tahun ini baru terealisasi dan ini (tugu) menggunakan Dana Desa (DD) dan saat ini memang masih kita pending karna ada permasalahan ini,” kata A.Yani saat di konfirmasi melalui sambungan telponya.

Dirinya menjelaskan bahwa tudingan kodri kepada dirinya yang belum melakukan kodinasi dalam pembanguna itu di tepis olehnya karna dirinya dalam melakukan pembangunan itu telah melakukan musyawarah dengan pemilik lahan.

“Lahan itu kan milik saudara saya jadi saya izin dengan dia saya juga sudah berupaya mengundang kades Hanura untuk bermusawarah tapi tidak hadir jadi saat ini masih kita pending pekerjaan itu menunggu hasil musawarah selanjutnya dan saat ini saya masih di daerah pulau jawa,” pungkasnya. (ydn).