Pembangunan Dermaga Wisata Mubazir

Disparbud Lamsel Harus Kaji Ulang

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan Jengis Khan Haikal Komisi C Bidang Pembangunan dari Partai Demokrat sangat menyayangkan pembangunan Dermaga Wisata yang ada di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa yang dinilai mubazir.

“Dermaga Wisata itu, tadinya dibangun untuk meningkatkan PAD dari sektor kepariwisataan. Tapi sangat kita sayangkan, kenapa pembangunan Dermaga Wisata ini tidak berfungsi sesuai dengan yang direncanakan,” sesal Jengis, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (28/2).

Menurut dia, dibangunya Dermaga Wisata itu tadinya bertujuan untuk meningkatkan PAD. Dimana perencanaan pembangunan, pada saat itu sudah disepakati bersama antara Eksekutif dan Legeslatif.

“Tapi, entah persoalan apa. Akhirnya pembangunan Dermaga Wisata yang dikerjakan oleh pihak rekanan itu gagal diterima. Ini juga menjadi catatan khusus, bagi Satker terkait yang membidangi (Disparbud-red) agar tidak asal tujuk dalam pengerjaan suatu pembangunan,” kata dia.

Ketika disinggung, adanya rencana Pemkab Lamsel akan membangun kembali Dermaga Wisata yang baru, Jengis Khan mengatakan, jika Pemkab Lamsel dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan membangun kembali jangan asal bangun. Sebab, menurut dia Disparbud harus melakukan kajian dan study kelayakan dan berkaca dari pembangunan yang sudah ada.

“Lakukan study kelayakan, jangan asal bangun saja tampa memikirkan manfaatnya dari pembangunan tersebut. Sebab, ketika sudah selesai dibangun Dermaga Wisata ini dapat bermanfaat, tidak menjadi mubazir seperti sekarang ini,” kata dia.

Selain itu, peran Disparbud Lamsel ditambahkan dia harus mampu mengoptimalkan pengembangan objek-objek wisata yang ada.

“Intinya, kami dari DPR Lamsel siap untuk mendukung serta mendorong Disparbud Lamsel untuk menjalankan berbagai program pengembangan wisata yang ada dilamsel. Jika objek wisatanya maju, tentu berdampak langsung bagi masyarakat sekitar dalam peningkatan perekonomian keluarga,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Lamsel, Priyanto Putro mengaku akan mempelajari terlebih dahulu terkait persoalan Dermaga Wisata yang dinilai pembangunannya menjadi mubazir.

“Nanti akan kita panggil Satker yang membidanginya, untuk kita pelajari kenapa Dermaga Wisata itu menjadi mubazir pembangunannya. Saya belum bisa berkomentarbanyakdalam hal ini, sebab pembangunnya ditahun 2012 lalu. Sedangkan saya, baru hitungan bulan menjabat sebagai kepala Bappeda,” kata dia.

Namun, dikatakan dia lagi, pembangunan Dermaga wisata ini sebagai suatu bahan untuk dipelajari agar tidak terulang lagi.

“Sayangkan duitnya, sudah dibangun tapi tidak bermanfaat. Oleh karena itu, melalui Musrebang Kecamatan yang dilakukan oleh pak bupati Zainudin Hasan ini, kedepan dapat merencanakan suatu pembangunan yang betul-betul terrencana dan terukur dengan baik,” ujar dia.

Melalui Musrenbang Kecamatan ini, ditambahkan dia, bertujuan menyerap aspirasi disetiap kecamatan atas usulan setiap desa, yang kemudian dirumuskan dalam Musrenbang tingkat kabupaten.

“Melalui Musrenbang setiap kecamatan ini, semua aspirasi menjadi suatu bahan untuk dirumuskan mana yang akan menjadi skala proritas pembangunan untuk tahun 2017 ini,” ujar dia.

Terkait ada wacana usulan yang disampaikan oleh masyarakat melalui Musrenbang Kecamatan di Rajabasa kemarin agar Pemkab lamsel dapat membangun kembali Dermaga Wisata yang baru, Prianto mengaku belum mempelajari dan melihat secara detailnya setiap usulan yang disampaikan.

“Belum saya lihat mas, nanti saja. Sebab hari ini terakhir dilaksanakan kegiatan Musrenbang setiap Kecamatan,” pungkasnya.(jhn)

News Reporter