. . .

Pembakaran Lahan Tebu Secara Brutal, Warga: Kami Minta Ketegasan Kapolda.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Hukum aturan pun ketegasan dalam tatanan kehidupan sangat diragukan di negeri ini. Betapa tidak, peraturan seakan tidak berdaya saat berhadapan dengan kekuasaan harta, bak zaman orde baru kala itu.

Semua ini bagaikan dongen adanya, pelanggaran yang dilakukan oleh beragam golongan dengan kekuasaan harta yang mereka miliki mampu membuat gelap mata bagi ‎pemangku ketentuan.

Seperti halnya pelanggaran pencemaran lingkungan melalui polusi udara, ‎meski telah mendapat perintah secara resmi dari Kapolda Lampung dan Danrem 043 Gatam, ‎upaya masyarakat pun pelaku usaha, tidak melakukan pembakaran lahan tanaman tebu khusunya menjelang panen, namun tetap dilanggar.

‎Hal itu‎ sangat dikeluhkan warga masyarakat sekitar, selain debu pembakaran tersebut mengotori lingkungan pemukiman warga, polusi asap pembakaran juga berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Menurut Narasumber yang enggan disebutkan namanya.‎ Selama ini alibi pihak pengusahan dan perusahaan itu banyak tidak masuk akal, pasalnya mereka beralasan lahan tebu tersebut di bakar orang dengan cara  ‎membakar jerami padi di sawah dan menjalar ke Areal tanaman tebu.

” ‎mohon dengan pihak jajaran kepolisian Khususnya Polres dan Polda Lampung agar dapat menindak tegas atas pelanggar dari pada pembakaran lahan tersebut oleh pelaku.” Katanya kepada Translampung.com memalui pesan whatsappnya pada (31/8/2018) pukul 14:30 Wib.

‎Lanjut dia, akibat pembakaran secara brutal tersebut dikhuatirkan berdampak pencemaran polusi udara bagi kesehatan warga Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung. (Dirman)

 

error: Content is protected !!