Pembagian Susu Edukasi Politik Buruk Arinal Djunaidi

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN -Susu, cermin edukasi ‎politik buruk oleh satu diantara calon gubernur provinsi lampung, Arinal djunaidi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dianggap telah melanggar undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum.Hal tersebut bedasarkan surat lampiran Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Tubaba, Nomor 023/KLA.10/PM.‎00.02 ‎/XII/2017 terkait  ketetuan dan larangan kampanye dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur lampung Tahun 2018 medatang.‎

Menurut Ketua Panwaslu‎ setempat Midian S.Sos, mengatakan. Pasca adanya kegiatan Tim Panah Arjuna yang dilakukan oleh masing-masing koordinator kecamatan,  koordinator Tiyuh telah ditemukan susu ‎kaleng
merek frisian flag omela, beserta alat peraga kampanye diduga
Milik bakal calon gubernur Lampung Arinal djuanaidi yang disimpan di kediaman Sudadi, warga Tiyuh murni jaya Rk-03, ‎selaku Koordinator Kecamatan Tumijajar juga kecamatan Gunung Agung.

‎” Penemuan itu‎ setelah mendapat informasi dari masyarakat jika di kediaman Sudadi, satu diantara posko‎ korcam tim relawan Arinal djunaidi ada pembagian susu 30 dus dan banner gambar cagub Arinal 30 bandel, masing-masing dus berisi 50 kaleng susu, dan satu bandel beris 40 Banner.” Kata Midian saat di hubungi Trans lampung.com melalui telponya pada (31/12/2017) sekira pukul 12:10 Wib.

‎Lanjut Midian, setelah dilakukan konfirmasi terhadap Sudadi, selaku Korcam ‎Tim relawan Arjun terkait pembagian susu dan alat peraga tersebut pihak terkait membenarkan jika seluruh Tim relawan mendapat tugas dari ‎Cagub untuk menjalankan perintah.

” Mereka di tugaskan untuk membagikan susu, Banner dan Kaos bergambar Arinal di seluruh Tiyuh (Desa) Se-Tubaba.‎ Terkait rincian pembagian dalam 1 Tiyuh ada 3 kordes, dari 1 kordesnya mendapat jatah 50 susu untuk dibagikan kepada warga, masing-masing warga mendapatkan 1 kaleng susu, banner juga kaos, total pertiyuh mendapatkan 150 kaleng susu. Pastinya, kegiatan Tim juga cagub Arjun saat ini adalah contoh kegiatan politik yang berdampak tidak baik bagi masyarakat.‎” Katanya menirukan ucapan Sudadi.‎ (Dirman)

News Reporter