Pelaporan Pelanggaran Pilkada Punya “Aturan Main”

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Tanggamus membuka pintu seluas-luasnya terhadap semua pihak yang ingin mengadukan pelanggaran pilkada. Dengan syarat, baik pelapor maupun jenis pelanggaran yang dilaporkan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Hal itu disampaikan Panwaslu kabupaten setempat saat melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Tindak Pidana Pemilihan Kepala Daerah Lampung dan Kepala Daerah Tanggamus Tahun 2018.

FGD dipusatkan di Aula Hotel 21 Gisting, Kamis (15/2). Ketua Panwaslu Kabupaten Tanggamus Dedi Fernando memaparkan, salah satu topik utama bahasan FGD adalah Panwaslu merupakan gerbang dari pengaduan ataupun temuan dalam Penegakkan Hukum Tersebut (Gakkumdu) memiliki syarat dan tata cara. Dengan demikian, Panwaslu adalah tempat yang tepat, jika masyarakat ingin melaporkan dugaan tindakan pelanggaran sepanjang tahapan pilkada yang kini berjalan di Tanggamus.

Namun untuk pelaporan dimaksud, Dedi Fernando menegaskan, tetap ada aturannya. Antara lain, pelapor harus bersedia menandatangani formulir penerimaan laporan dugaan pelanggaran pemilihan yang dituangkan dalam Formulir Model A-1. Sebelum formulir itu diisi dan ditandatangani, pelapor harus melengkapi data pribadinya, mulai dari nama dan alamat lengkap yang dilampiri fotokopi KTP.

“Dan yang terpenting, laporan itu berlaku bagi masyarakat Tanggamus. Jika ternyata bukan warga Tanggamus dan tidak berdomisili di Tanggamus, maka laporannya tidak akan kami akomodir,” jelas pria yang akrab disapa Nando itu.

Selain kelengkapan identitas pelapor, dia melanjutkan, perihal waktu juga menjadi fokus perhatian Panwaslu dalam menerima laporan. Sebab rentang waktu kejadian atau dugaan yang dilaporkan, tidak boleh lewat tujuh hari dari terjadinya dugaan pelanggaran.

“Harus disertakan pula nama dan alamat terlapor. Lalu nama dan alamat saksi. Kemudian pelapor dapat menguraikan kejadian perihal dugaan pelanggarannya yang dilengkapi dengan bukti-buktinya,” papar Nando.

Turut hadir sebagai pemateri di kegiatan tersebut, Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung Rudy. Pemateri lainnya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili yaitu Kasat Reskrim AKP Devie Sujana dan perwakilan Kejaksaan Negeri Tanggamus yang masing masing merupakan Koordinator Gakkumdu dalam Pilkada di Kabupaten Tanggamus. Hadir pula sebagai undangan sekaligus peserta, dari unsur partai politik pengusung pasangan calon, organisasi massa, Liaision Officer (LO), maupun perwakilan dari media massa. Sementara kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus, yakni Hj. Dewi Handajani-Hi. A.M. Syafii dan Hi. Samsul Hadi-Hi. Nuzul Irsan tidak hadir, meski keduanya telah diundang. (ayp)

 

 

News Reporter