Pelapor Bingung Pelaku Penganiayaan Adik Ipar dan Istri di Tuba Tengah Bebas

0
478
views
translampung.com – Agus sanjaya (22) Warga Tiyuh Bandardewa, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang diduga Pelaku penganiayaan terhadap Adik ipar, dan istri pada (27/3/2016) sekarang bebas. Padahal yang bersangkutan sempat ditahan Polsek Tulangbawang Tengah.

Sebelumnya, Agus sanjaya Bin Basri (Pelaku) di laporkan mertua dan adik iparnya pada mapolsek setempat senin (28/3/2016). Laporan berdasarkan tindak penganiayaan dilakukan pelaku terhadap adik iparnya SM, yang masih duduk dibangku Kls-VII Sekolah menengah atas pada kabupaten setempat.

Menurut Rosidah (48) selaku ibu korban dan juga mertua dari Pelaku mengatakan. Jika selama ini pelaku selalu bersikap tidak manusiawi terhadap istrinya SR (24) yang masih kakak kandung SM, warga Tiyuh Panaragan Rk02-Rt02. Bahkan semenjak berumah tangga pelaku acap kali menyiksa istrinya dengan beragam cara.

“Anak saya (SR) istri Pelaku dulu pernah di siram dengan Air Panas, hingga hampir sekujur badan anak saya SR, saat ini ada bekas luka melepuh.” Kata Rosidah saat membeberkan ikhual nasib anak kandungnya SR, kepada translampung.com  hingga meneteskan Air mata pada (11/3) kemarin.

Lanjut dia, Puncak dari kejadian tersebut pada minggu pukul 10:30 Wib (27/3/2016) ibuk Korban masih berkunjung dikediaman kerabatnya. saudara Sukir warga Tiyuh Panaragan. untuk menghadiri acara resepsi pernikahan anak nya.Tak selang lama, dirinya di jemput seorang anak kecil yang masih anak tetangga Korban.

“Nyaik sekarang pulang, karena bibik SM, sudah tergeletak di lantai rumah. karena, dipukul oleh Agus (Pelaku) dan rumah nyai juga hancur, Pintu,dan jendelanya jebol.” Kata Rosidah ibu korban menirukan kalimat anak tersebut.

Seketika itu dirinya langsung bergegas pulang kerumah. Setelah dirinya sampai di rumah ia dapatkan rumahnya telah hancur, anaknya SM, sudah tergeletak di lantai, dengan luka memar di seluruh muka, benjol di bagian dahi atas sebelah kiri, serta tulang rusuk nya terkulir, akibat di injak oleh kaki pelaku. hari itu juga, kami langsung melapor kan kejadian itu di Mapolsek Tulangbawang Tengah, bersama SM (korban).

“Saat melapor saya dan anak saya SM, langsung di periksa oleh anggota. Untuk membuat Laporan Resmi, dengan Surat perintah penangkapan No SP.Kap/26/III/2016/reskrim. Serta, Laporan polisi No LP/B-150/III/2016/POLDA LPG/ RES TUBA/SEK TENGAH. pada 28 maret 2016 tentang dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur.” Terangnya.

Ironisnya, baru empat hari pelaku Agus Sanjaya di tahan pada Mapolsek setempat. Kini, pelaku telah di bebaskan oleh pihak Polsek terkait. Dengan dalih, Pelaku dibebaskan oleh keluarganya.

“Saat saya melihat ingin membuktikan keberadaan pelaku di Mapolsek saya langsung bertanya pada salah satu Anggota. sudah bebas buk, beberapa waktu lalu, dia dibebaskan oleh pihak keluarganya, dan juga orang yang di aniaya pelaku itu masih di bawah umur. Memang pelaku tidak bisa di hukum.
soal ibuk tenang aja gak usah takut, karenan proses ini sudah di pengadilan. Dan jika ada kendala di kemudian hari kami akan tanggung jawab.” Kata Rosidah menirukan ucapan satu diantara anggota setempat yang saat itu tidak di ketahui namanya.

Bahkan anggota tersebut sempat menyarankan agar korban dan pelaku bisa berdamai secara kekeluargaan.

” saya tidak mau damai lagi dan anak saya mau saya cerai kan. sebab, selama ini anak (istri pelaku) dan cucu, memang saya yang mengurus segala kebutuhan keluarga nya. Pokoknya,saya akan tuntut pihak Polsek ini, jika perlu massa tiyuh panaragan dan keluarga besar saya akan ramai-ramai mendatangi mapolsek ini. Kenapa Pelaku bisa dibebaskan begitu saja, mana keadilan yang di tegakkan oleh POLISI.” Tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Kompol Paisolsyah SH, mengatakan. hingga kini dirinya belum mengetahui jika pihaknya telah melakukan penangkapan Terhadap Pelaku tersebut.
“Saya belum tahu jika ada penangkapan, coba di komfir dulu dengan Kanit ya.” Elak kapolsek Paisolayah melalui Via telpon Senin (11/3) kemarin. (dirman)

 

LEAVE A REPLY