Pelajari Sumber PAD, DPRD Jatim Kunker ke Lampung

TRANSLAMPUNG, BANDARLAMPUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menerima kunjungan kerja anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kunjungan tersebut dalam rangka mempelajari optimalisasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada Provinsi Lampung. Rombongan di terima langsung oleh jajaran DPRD Provinsi Lampung diruang rapat utama , Rabu (21/2).

Pimpinan Rapat kunker DPRD Jawa Timur diterima Sekretaris Dewan (Sekwan) Kherlani dan Hantoni Hasan dari Fraksi PKS yang mengapresiasi kunker yang dilakukan anggota DPRD Jawa Timur untuk mendalami optimalisasi sumber PAD di Provinsi Lampung.

“Pada dasarnya Provinsi Lampung memiliki potensi besar di bidang pertanian,selain perkebunan dan hasil laut serta pariwisata. Kami tersanjung atas kunjungan jajaran DPRD Jawa Timur sebagai acuan dalam mengadopsi keberhasilan sumber PAD di Provinsi Lampung,” ujar Hantoni.

Ketua rombongan Muzamil Syafei mengatakan, bahwa ada hal yang menarik dari sumber potensi di Provinsi Lampung yang berasal dari hasil kelautan, selain itu sektor pertanian, perkebunan dan sektor paiwisata.

“Kami ingin lebih detail mengetahui langkah langkah dalam upaya peningkatan sumber PAD,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris DPRD Lampung Kherlani memaparkan potensi potensi sumber PAD yang masih bisa digali serta ditingkatkan di Provinsi Lampung. Selain itu, sektor pendapatan lain yaitu dari sektor pajak kendaraan baik PKB, BBNKB.

Terkait pinjaman ke PT. SMI, Agus mengatakan, bahwa sebaiknya semua melihat dari sisi kebutuhan, karena aturannya sudah baku. Ketika menerima kunjungan kerja DPRD Jawa Timur,  turut hadir Agus Bakti Nugroho dari Fraksi  PAN, Tulus Purnomo dari Fraksi PDIP, Agus Revolusi dari Fraksi Partai Demokrat, Sahanah dari Fraksi PDIP serta sejumlah anggota DPRD lainnya.

Muzamil menambahkan, bahwa dari pembahasan yang telah dilakukan tersebut ada point-point yang bisa diterapkan di Provinsi Jatim.

“Saya rasa dari segi industri, pertanian karena sebagian besar penghasilan masyarakat Lampung ini dari bertani, lalu dari segi pariwisata. Apa lagi banyak potensi pertanian dari lampung yang dibawa ke Jawa Timur, dengan menambah metode pemasaran dan pengemasan mungkin lebih tertata. Contohnya Durian, banyak durian dari Lampung yang dibawa ke Jawa Timur, tapi disana orang mengenalnya durian Jatim. Jadi bagaimana kita mengemasnya sehingga menjadi daya tarik sendiri,” paparnya. (*/hkw)

News Reporter