Pelajar Gantung Diri ? dengan Dasi Pramuka

0
932
views

TRANSLAMPUNG.COM, SUMBEREJO – Siap mencintai, maka harus siap pula untuk patah hati, karena dua hal itu memang tak bisa dipisahkan. Namun jika sampai nekat mengakhiri hidup hanya karena patah hati, bukanlah hal yang benar. Sayang, AN (16) asal Pekon Sidomulyo, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus tampaknya belum siap mengalami patah hati. Siswa SMA Islam Kebumen, kecamatan setempat, masih dengan berseragam Pramuka, nekat menggantung diri menggunakan dasi Pramuka dengan panjang sekitar 81 cm.

Jasad AN kali pertama dilihat Edi Susanto (23), Sabtu (11/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Kalau itu, Edi melihat seperti tubuh manusia tergantung kaku di pohon kopi setinggi dua meter. Kebun kopi tersebut tepat berada di belakang Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Pekon Kebumen. Berdasarkan identitas yang ditemukan di dalam tas korban di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), AN juga tercatat sebagai santri di ponpes tersebut.

Kapolsek Sumberejo AKP Samsari membenarkan, pihaknya menerima laporan penemuan mayat remaja laki-laki yang masih mengenakan seragam Pramuka Sabtu malam. Bukan menggunakan tali atau semacamnya, korban nekat gantung diri menggunakan dasi Pramuka yang dipilin menyerupai tali. Setelah menerima laporan, personel polsek setempat bersama petugas medis langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Penyebab siswa sekaligus santri ini nekat gantung diri, sementara diduga lantaran kecewa karena patah hati. Dugaan itu didasari catatan pribadi korban pada buku hariannya yang berhasil ditemukan dari dalam tas korban di sekitar TKP. Pada diary itu, korban menulis bahwa dia sangat kecewa dan patah hati, lantaran cintanya pada wanita pujaan hati, ternyata bertepuk sebelah tangan,” ujar Samsari, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, Minggu (12/2).

Personel yang tiba di TKP, Samsari melanjutkan, segera berupaya melakukan pertolongan dan mengevakuasi korban ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sumberejo untuk dilakukan pemeriksaan medis. Namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Setelah diperiksa petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Demi kepentingan penyidikan, anggota saya kemudian membawa jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotaagung untuk dilakukan Visum et Repertum (VeR). Hasilnya, dokter menerangkan bahwa korban diperkirakan meninggal antara pukul 16.00 – 17.00 WIB,” jelas Samsari.

Ditemui terpisah, Dokter Pemeriksa di RSUD Kotaagung, dr. Haidir menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan lidah korban yang menjulur keluar,alat kelamin mengeluarkan sperma dan anus mengeluarkan feses, dipastikan korban meninggal karena tersumbat saluran pernapasannya. Selain itu, juga tidak ditemukan tanda lebam dan tanda bekas penganiayaan menggunakan benda tumpul maupun senjata tajam (sajam).

“Dapat dipastikan korban meninggal dunia, karena tercekik ikatan tali dasi. Akibatnya, saluran pernapasan korban tersumbat. Tetapi kepastian korban bunuh diri atau bukan, menunggu hasil pemeriksaan lengkap,” beber Haidir.

Saat berita ini dibuat, jasad AN telah diserahkan pada orangtuanya, disaksikan Kepala Pekon Sidomulyo, Wahilmanto. Setibanya di rumah duka Minggu dini hari, korban dimakamkan dengan layak pukul 05.00 WIB. (ayp)