Pelabuhan Panjang dan Bakauheni Segera Berbenah

Tindak Lanjut Rapat Terbatas Presiden RI dan Gubernur Lampung

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Pemerintah Provinsi Lampung mulai melakukan langkah-langkah pembenahan terhadap Pelabuhan Panjang dan Bakauheni Lampung.

Hal ini sebagaimana menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo dalam Rapat Terbatas Kordinasi Gubernur Lampung dengan Presiden RI dan sejumlah menteri terkait di Jakarta, Senin (6/3).

Dalam arahan Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengatakan bahwa pada Rapat Terbatas terkait Proyek Strategis Nasional dan Prioritas Pembangunan di Provinsi Lampung di Jakarta kemarin, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan akan letak strategis Provinsi Lampung sebagai penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Untuk itu Presiden berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat segera melakukan langkah-langkah perbaikan yang sistemik dan menyeluruh terkait pelabuhan di Provinsi Lampung yang meliputi waktu tunggu sandar, sarana dan prasarana penunjang serta aksesibilitas menuju ke pelabuhan.

Menanggapi hal tersebut, Ridho berharap jajarannya bekerjasama dengan Pelindo segera menyiapkan rencana strategis terkait Pengembangan Pelabuhan Panjang dan Bakauheni Provinsi Lampung.

Apalagi menurutnya, saat ini Pemerintah Provinsi Lampung juga terus menggejot Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tentunya ini juga akan berdampak meningkatnya arus transportasi dari darat melalui laut menuju Pulau Jawa dan sebaliknya.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi Lampung sudah 5,15 persen atau berada diatas rata-rata nasional, dan tentunya proyek pengembangan ini diharapkan berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi Lampung kedepan, sehingga perlu dilakukan koordinasi dan sinergitas yang intens antara pelindo dan Pemerintah Provinsi Lampung terkait hal tersebut,” tutur Ridho ketika menerima Audiensi Pelindo II Cabang Panjang di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (7/3).

Sementara, GM Pelindo II Cabang Panjang Agus Hendrianto menjelaskan bahwa pihaknya menyatakan siap bersinergi dengan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya percepatan akses bongkar muat dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung. Pelabuhan Panjang pelabuhan terbesar kedua cabang terbesar kedua setelah Tanjung priok.

Selain itu, Hendri menjelaskan bahwa saat ini Pelindo juga telah melakukan koordinasi dengan Wahana Raharja terkait pembangunan gudang penyimpanan sementara bagi Pelindo serta kerjasama dengan Lampung Jasa Utama (LJU) terkait Jembatan Timbang penyeberangan di Bakauheni-Lampung Selatan. Diharapkan kerjasama tersebut dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung.

“Kami mengucapkan selamat atas prestasi pertumbuhan ekonomi Lampung yang meningkat diatas rata-rata pertumbuhan nasional dan kamipun siap bersinergi dengan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung untuk lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi Lampung”, ujarnya.

Perbaikan Sistem Penyebrangan (Sailing Time) Merak-Bakauheni masuk dalam salah satu dari 8 (delapan) Prioritas Pembangunan Provinsi Lampung yang dipaparkan Gubernur Lampung Ridho di hadapan Presiden, Wakil Presiden dan sejumlah Menteri terkait kemarin.

“Perbaikan sistem penyebrangan Merak-Bakauheni sudah masuk dalam agenda Prioritas Gubernur dan tentunya dibutuhkan perencanaan yang matang dan mendetail serta koordinasi dengan stakeholder terkait lainnya,” kata dia.

Ditambahkan oleh Kabag Humas Heriyansyah Rombongan Pelindo II selain General Manajer Pelindo II, Hardi : DGM (deputy general manager) teknik, Tanjung (DGM komersial), Tata (DGM Hukum dan Pengendalian Internal), Shanda (DGM Operasional), Budi (DGM umum dan logistik), Amanda (Ass. DGM Komersia) serta Staf Ahli Bidang Ekubang Ir.Choiria Pandarita,MM dan Kadis.Perhubungan

News Reporter