Pekerja Optimis Akhir Tahun Muara Indah Rampung

0
594
views

 

TRANSLAMPUNG.COM, KOTAAGUNG – Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Muara Indah di pesisir pantai Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus sudah lebih dari 50 persen. Diperkirakan pembangunan bisa rampung sampai akhir tahun ini.

Salah seorang pekerja di lokasi, Maulana mengatakan, pembangunan ruang terbuka hijau ini melibatkan 30 pekerja. Mereka terdiri dari tukang dan buruh bangunan, dan pekerja atap rangka baja. Pekerjaan sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu.  Kemudian waktu pekerjaan siang dan malam disesuaikan dengan kondisi.

“Kalau kerjanya malam waktu buat tanggul laut. Karena kan pengerjannya harus menunggu air (laut) surut. Kalau surutnya malam, ya malam itu kerjanya,” ujar pria bertubuh tinggi itu.

RTH Muara Indah yang digadang-gadang Pemkab Tanggamus akan menjadi ‘Losari’-nya Lampung, berada di atas lahan sekitar 800 meter persegi. Rencana pembangunannya sudah serius dibuat sejak 2010 lalu. Kemudian karena berbagai persoalan maka pembangunannya baru bisa dilakukan tahun ini dari rencana awal 2014 lalu.

Pembangunannya menelan dana Rp9,3 miliar, terdiri dari dana Pemprov Lampung yang menyumbang Rp4,8 miliar, Pemkab Tanggamus Rp2,2 miliar, dan Kementerian Kelautan Perikanan Rp2 miliar. Target pembangun selesai dalam tahun ini sebagai upaya penataan Kotaagung dan menggali potensi sebagai daerah pesisir yang cocok untuk lokasi wisata.

Ia mengaku untuk pengejaan talud laut memakan waktu dua pekan. Talud tersebut memanjang sekitar 300 meter dari ujung timur ke barat. Kemudian di sisi tengah didesain menjorok ke laut sepanjang lima meter lebar sepuluh meter dengan bentuk setengah lingkaran. Sedangkan tinggi talud sekitar 1,5 meter dari permukaan pantai. Adanya talud sebagai langkah menghindari abrasi laut sebab sudah risiko jika membuat bangunan di pantai pasti terkena abrasi.

Dengan adanya talud itu, nantinya pengunjung RTH Muara Indah tidak bisa langsung masuk ke laut karena antara darat dan laut terhalang talud. Dengan desain ini, maka konsep Muara Indah bukan tempat rekreasi pantai melainkan taman terbuka di pantai. Hal ini tidak masalah demi menghindari abrasi pantai yang tiap tahun pasti memakan daratan. Kemudian melihat lokasi ini pun sering terjadi banjir rob apabila air laut pasang. Maka demi menghindari semua diputuskanlah adanya talud.

“Kendala dalam pembangunan Muara Indah adalah bentuk bangunan banyak yang melingkar, seperti untuk taman dan gazebo. Kondisi tersebut memerlukan kesabaran sebab setiap jarak sudah harus dilekukkan. Berbeda apabila bangunan berbentuk persegi, maka tinggal membuat garis lurus. Kalau kendala lainnya tidak ada, ya cuma bentuk-bentuknya yang lingkaran. Harus lebih hati-hati membuatnya,” terang Maulana.

Kondisi di lapangan ada enam bangunan, berupa rumah-rumahan kecil berukuran 4 x 4 meter sampai 8 x 10 meter. Kemudian sisanya berupa bakal taman tempat tanaman hidup dan rencana jalur pedestrian (pejalan kaki), serta lokasi lapang yang nantinya dimanfaatkan untuk berbagai sarana. Bakal taman dibuat agak lebar ditujukan untuk lokasi pohon serta tanaman hias.

“Kalau bangunan tidak akan bertambah lagi, tapi masih akan ada dua blok gazebo lagi. Namun jadi atau tidaknya (penambahan gazebo), sekarang masih tunggu keputusan Dinas Pekerjaan Umum Tanggamus untuk penentuan titiknya. Kalau pekerjaan lainnya tinggal penyelesaian yang sudah ada dan perataan permukaan tanahnya,” tandas Maulana. (ayp)