. . .

Pegawai Alfamart Mencuri di Tempatnya Bekerja

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Mencuri di tempatnya bekerja, empat pegawai mini market ‘Alfamart’ ditetapkan sebagai tersangka, kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) di Toko Alfamart, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Kedamaian, Bandarlampung.

Keempat tersangka yakni SG (27) selaku kepala toko, DS (21) wakil kepala toko, IF (23) karyawan toko dan BD (29) yang juga karyawan toko.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono mengungkapkan, penetapan empat tersangka tersebut berawal dari laporan telah terjadinya pencurian pada Selasa (2/1).

“Saat itu, kepala toko dan wakil kepala toko yang melaporkan kejadian tersebut,” kata Harto di kantornya, Kamis (4/1).

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tanjungkarang Timur yang membawahi Kecamatan Kedamaian, dan Tekab 308 Polresta Bandarlampung segera melakukan pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, diketahui bahwa dalam peristiwa tersebut tidak ditemukan kerusakan pada kunci serta pintu toko,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan dan penyidikan, diketahui ternyata pencurian tersebut dilakukan oleh para karyawan toko tersebut.

“Dalangnya yakni kepala tokonya sendiri,” ungkap Harto.

Petugas segera mengamankan para pelaku berikut barang bukti hasil pencurian, yang disimpan di tempat kos salah seorang pelaku.

“Di kosan tersebut didapat puluhan pak roko berbagai merk dan satu kardus besar susu bubuk kaleng berbagai merk,” sebutnya.

Harto melanjutkan, dari hasil interogasi para tersangka, terungkap bahwa modus para tersangka saat melakukan aksinya dengan cara mengeluarkan barang-barang dengan menggunakan karung sesaat setelah toko buka pada pagi hari.

“Para tersangka mengaku mengambil barang tersebut untuk dijual. Barang hasil penjualan, digunakan untuk mengganti CPU serta server CCTV toko yang diakui tersangka (SG) telah hilang pada malam sebelum melapor kepada kepolisian,” jelasnya.

Namun, setelah dilakukan pengembangan serta penyidikan mendalam terhadap para tersangka, petugas mengetahui bahwa modus para tersangka dalam pencurian ini dengan terlebih dulu merusak atau menghilangkan server CCTV toko untuk memudahkan aksi pencurian.

“Kalau server CCTV hilang, jadi bukti rekaman aktifitas dalam toko juga akan hilang,” ujarnya. (rls/rus)