. . .

Pedagang Pasar Smep dan Wayhalim Mengeluh

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pedagang di 2 pasar kembali mengeluh menjelang bulan ramadhan. Sebagian pedagang yang berjualan di Pasar Smep dan Wayhalim menilai, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung hanya diam terkait permasalahan dari kedua pasar tersebut.

Lusi salah seorang pedagang di Pasar Smep menceritakan, bahwa Pemkot hanya diam dan tidak melakukan tindakan apa-apa. Padahal beberapa waktu lalu, Plt Walikota Bandarlampung, M Yusuf Kohar telah melakukan sidak ke pasar yang pembangunannya tengah mangkrak selama bertahun-tahun itu.

“Anteng-anteng aja tuh. Bisanya cuma janji doang. Pemkot dari dulu memang tidak pernah melakukan tindakan apa-apa,” ujar Lusi saat dihubungi pada Senin (7/5).

Sementara itu, Reza, pedagang Tapis di Smep yang mengaku telah mengeluarkan ratusan juta rupiah kepada pengembang yang kini tengah ditahan di Mapolresta Bandarlampung, juga menyatakan kekecewaannya.

“Ratusan juta saya sudah keluar, kami yang sudah mengeluarkan uang jangan dibiarkan begini-begini saja dong. Tolonglah berikan solusi bagi kami,” singkat dia.

Terpisah, salah seorang pedagang di Pasar Wayhalim berinisial ID, mengaku kecewa lantaran masalah pembagian kios dan hamparan di pasar tersebut seolah-olah dilupakan. Dirinya pun terkadang heran dengan sebagian kios yang hingga kini masih belum beroperasi.

“Masalah disini seperti dilupakan Mas. Saat tempat penampungan sementara (TPS) kemarin terbakar, tidak ada sama sekali bantuan untuk pedagang. Sekarang aja ada beberapa kios yang masih belum ada penghuninya, padahal ada 15an orang yang belum dapat kios, malah orang-orang baru yang dapat kios,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan pedagang Pasar Wayhalim, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Wayhalim, Parlindungan Pane sudah tidak pernah terlihat di kantor. Pedagang pun menduga hal tersebut dilakukan guna menghilangkan jejak kasus yang sempat membuat puluhan pedagang di pasar tersebut marah. (jef/hkw)

error: Content is protected !!