. . .

Pedagang dan Usaha Permainan Tolak Relokasi

image_print

Anna Morinda: Kami akan Berdiskusi dengan Walikota

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Direlokasinya pedagang Taman Merdeka Metro ke lokasi Nuwo Intan menuai pro kontra. Adalah Paguyuban Pedagang dan Usaha Permainan (P2UP) yang menolak relokasi. Hasil dari penolakan ini adalah P2UP menggelar aksi unjuk rasa, untuk menyuarakan aspirasinya.

P2UP melakukan aksi di depan Gedung Pemkot Metro dan depan Gedung DPRD pada hari Senin (10/9/2018). Mengerahkan puluhan masa, P2UP menyuarakan berbagai tuntutan.

Salah satu tuntutannya adalah menolak untuk pindah. Dari data yang dihimpun tuntutannya antara lain: 1. Menolak kebijakan relokasi pemkot terhadap P2UP dan Taman Merdeka, 2. Meminta kebijakan Walikota Metro untuk melakukan penataan bukan relokasi, 3. Menagih janji politik H. Ahmad Pairin waktu kampanye pencalonan Walikota Metro.

Dari data yang dihimpun, ada 2 paguyuban di Taman Merdeka Metro. Yakni P2UP dan PKPK atau Paguyuban Keluarga Permainan dan Kuliner.

Berbeda dengan P2UP yang menolak relokasi, PKPK justru mau direlokasi asal dengan konsekuensi yang jelas. Rozi, ketua Paguyuban PKPK berharap jika pemerintah memindahkan pedagang, maka dia tidak ingin ada tebang pilih. “Harapan singkat saya, satu biji untuk tanggal 5 September tidak ada yang dagang, bersih, kalau ada yang dagang terpaksa kami kembali lagi,”

Namun Rozi juga mengatakan, apabila dalam jangka waktu tertentu berdagang di Nuwo Intan tidak juga ramai maka akan pindah ke Taman Merdeka. “Saya menjalankan di sini (Nuwo Intan,Red) sampai sekian bulan masih begini-begini saja saya akan kembali ke Taman,” tuntasnya.

DPRD Metro angkat suara terkait relokasi pedagang. Hal ini yang disampaikan oleh Ketua DPRD Metro Anna Morinda kepada awak media usai menemui masa aksi dari Paguyuban Pedagang dan Usaha Permainan (P2UP).

Dalam wawancara, Anna Morinda berjanji akan memberikan solusi dan siap mendampingi para pedagang. “Kami akan berdiskusi dengan walikota, mengenai langkah-langkah yang akan diambil walikota. Sehingga pedagang tidak kehilangan mata pencahariannya, mudah-mudahan diberi langkah kongkrit, cepat dan mudah diterima oleh masyarakat,” jelas Anna Morinda.

Menurut Anna Morinda, DPRD siap menjadi fasilitator dari para pedagang. “Dan komisi III DPRD siap menjadi fasilitator, koordinatornya ada ibu Nuraida dan ketua Komisi III ada Hendri Susanto,” tandasnya.

Anna Morinda menjelaskan Pemkot belum menjelaskan konsekuensi bila pindah kepada pedagang. “Mudah-mudahan setelah ini walikota duduk bersama dan menjelaskan, opsi yang diberi pemerintah ini, efeknya ini, dan kemudian opsinya seperti apa,” tandas Anna.

Menurut Anna banyak opsi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan omzet pedagang. “Misalnya tamu pemerintah Kota Metro wajib mampir di tempat relokasi pedagang baru. Tamu temen-temen DPRD temen-temen tahu, tamu pemerintah Metro temen-temen tahu, kalau semua digiring wajib mampir minimal beli keripik. Banyak hal-hal yang bisa dilakukan,” ujar Anna Morinda.

Sedangkan untuk usaha permainan seperti Andong, Anna Morinda akan berusaha berdiskusi dengan pemkor juga untuk solusi terbaik. “Untuk itu (andong-red, nanti kita lihat. Seperti apa jalurnya, nanti kita carikan solusi terbaik,” tuntas Anna. (suf/hkw)