. . .

PDAM Way Rilau Naikkan Tarif Air Golongan I, II, III

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Mulai Senin kemarin (1/11) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Bandarlampung menaikkan tarif air. Untuk kelompok golongan I, II, dan III.

Tarif golongan I, salah satunya untuk pelanggan sosial umum dari Rp3.380 per kubik menjadi Rp3.700 per kubik. Untuk golongan II, salah satunya untuk pelanggan Rumah Tangga Menengah (RTM) yang sebelumnya dikenakan tarif Rp 4.840 per kubik, kini berubah menjadi Rp 5.200 per kubik.

Kemudian, pada golongan III, salah satunya untuk pelanggan industri, yang sebelumnya Rp7.260 per kubik menjadi Rp7.600 per kubik.

“Secara keseluruhan rata-rata kenaikannya sekitar Rp 350 per kubik. Ini berlaku mulai hari ini 1 November 2018. Jadi untuk pembayaran bulan Desember sudah ada penyesuaian tarif,” kata Kabag Keuangan PDAM Wayrilau, Toton Sulistyono beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, kenaikan tarif ini berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Bandarlampung No. 36 Tahun 2018 tentang penetapan tarif air minum PDAM Way Rilau.

“Jadi dengan terbitnya perwali baru ini, secara otomatis Perwali No. 130 tahun 2011 tentang tarif PDAM tidak berlaku lagi,” terangnya.

Toton menjelaskan, kenaikan tarif tersebut untuk menyesuaikan biaya operasional yang saat ini semakin meningkat. Pasalnya, penerimaan yang didapat lebih kecil dibandingkan biaya operasional yang dikeluarkan. Sehingga diperlukan penyesuaian tarif konsumen untuk menstabilkan antara penerimaan maupun pengeluaran yang didapat oleh PDAM Way Rilau.

“Kenaikan BBM juga salah satu faktornya. Sebenarnya faktornya banyak. Tapi intinya biaya operasional yang kami keluarkan itu nggak sebanding dengan penerimaan,” tandasnya.

Sementara Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, membenarkan adanya kenaikan  tarif air dari PDAM. Kenaikannya berkisar Rp 350 per meter kubik.

“Saya minta juga pelayanannya ditingkatkan. Air itu harus hidup selama 12 jam, terutama untuk daerah Telukbetung itu harus 24 jam. Makanya saya sudah minta upayakan agar air itu nyedot terus,” katanya. (jef/hkw)