PBNU: Tak Boleh Melarang Berdakwah

Pelarangan Dakwah Ustad Abdul Somad

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Insiden pelarangan dakwah Ustad Abdul Somad (UAS) di Bali pada Sabtu (9/12) pagi begitu cepat menyebar di media sosial (medsos) dan kini tengah menjadi perbincangan publik.

Tindakan oknum sejumlah masyarakat yang merangsek ke dalam hotel, lokasi ceramah Abdul Somad sangat disesalkan banyak pihak.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menuturkan, seharusnya tidak diperkenankan untuk kalangan apa pun menghentikan aktivitas dakwah seseorang.

“Tidak boleh ada masyarakat atau kelompok-kelompok melarang orang untuk melakukan aktivitas dakwah,” ungkap Robikin saat dihubungi, Minggu (10/12).

Lebih jauh dia menuturkan, selain UU, konstitusi menjamin kemerdekaan seseorang untuk melakukan aktivitasnya, termasuk melakukan dakwah.

Akan tetapi, perlindungan hanya berlaku pada ceramah yang tidak menebarkan kebencian.

Robikin mengklaim, pada saat kejadian itu PBNU Bali mengawal langsung Abdul Somad dalam rangkaian pengamanan. Termasuk dalam pengawalan pelaksanaan ceramahnya di Bali.

“Ini artinya NU berpegang pada prinsip dalam mengikuti konstitusi. Hal itu membuktikan diri bahwa NU mengawal hal tersebut (ceramah Abdul Somad) agar bisa terlaksana dengan baik,” tegas Robikin.

Pesan UAS

Sebelumnya, dai kondang asal Pekanbaru, Riau, Ustad Abdul Somad mendapat perlakuan tak menyenangkan ketika hendak berdakwah di Masjid An-Nur, Denpasar, Bali.

Kedatangan Ustad Somad, Kamis (7/12), sempat dihadang sejumlah oknum anggota ormas. Mereka menentang kehadiran alumnus Al Azhar Kairo Mesir itu. Padahal, Ustad Somad diundang sejak enam bulan lalu.

Ketika dikonfirmasi, awalnya ada isu jika penolakan dirinya datang dari ormas Anshor dan Banser. Namun keduanya menolak dan melakukan

klarifikasi tidak kenal dengan ormas yang menolak kedatangannya.

“Kemudian ada juga pihak-pihak yang mengaku mendapatkan potongan video-video di media sosial yang menuduh saya anti kebhinkekaan. Saya kemudian klarifikasi didampingi kapolres, dandim dan pihak terkait kalau semua tidak seperti yang dituduhkan,” kata Ustad Somad, Jumat (8/12).

Namun, Ustad Somad tetap mengimbau masyarakat khususnya umat muslim di Indonesia tidak terprovokasi. Ustadz Somad mengaku dia

akhirnya tetap melanjutkan tabligh akbar selama 1 jam 40 menit.

“Tadi (Kamis) saya ceramah sekitar 100 menit, 1 jam 40 menit. Setelah itu kembali hotel. Saya sehat dan aman. Tolong sampaikan ke seluruh umat muslim di Indonesia. Kita orang-orang yang cinta kedamaian. Saya akan tetap melanjutkan dakwah saya sesuai jadwal di Bali,” tegas Ustad Somad.

Usai berdakwah di Masjid An-Nur, Ustad Somad dikawal dan diiringi Salawat oleh jamaah umat Islam di Bali.

Menurut jadwal yang didapat redaksi, Ustad Somad akan kembali melanjutkan ceramahnya di Masjid Baiturrahmah, Kampung Jawa Wanasari,

Sabtu (9/12) pada pukul 04.30 WITA dan tabligh akbar pada pukul 20.00 WITA.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah organisasi masyarakat di Bali yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) berunjuk rasa di depan Hotel Aston, Denpasar.

Massa, yang membawa senjata tajam seperti parang meminta agar Ustad Somad diusir dari Bali. Massa awalnya hanya disilakan berunjuk rasa di depan hotel tetapi kemudian merangsek masuk. Polisi terpaksa memediasi perwakilan massa dengan pihak panitia.

Namun mediasi buntu. Kelompok demonstran meminta Ustad Somad mengikrarkan janji sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik

Indonesia (NKRI) di bawah Alquran yang akhirnya dipenuhi.

Tapi tuntutan lain terus datang dari demonstran. Begitu negosiasi buntu, Ustad Somad dilarikan ke kamar hotel, sementara massa di luar hotel merangsek ke dalam ruang pertemuan.

Beberapa massa organisasi, seperti Ganaspati dan Laskar Bali, tampak memadati ruang pertemuan. Bahkan Sekretaris Jenderal Laskar Bali, I Ketut Ismaya, turun langsung memimpin anak buahnya. Ia meminta Kepolisian tak bertele-tele dalam memediasi.

Setelah negosiasi yang alot, akhirnya Ustad Somad diizinkan untuk menggelar safari dakwah di Pulau Bali. Massa memberikan izin setelah Ustad Somad menyanyikan lagu Indonesia Raya, sesuai permintaan massa.

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan Ustad Somad di hadapan pendemo. Meski berada di bawah tekanan massa, Ustad Somad begitu khidmat dan tenang menyanyikan lagu kebangsaan itu.

“NKRI harga mati,” teriak Ustad Somad usai menyanyikan lagu Indonesia Raya. (jpg/jpnn/rus)

News Reporter