Pasca Banjir Melanda, 160 Siwa SMKN 1 Urung Mengikuti Uji Kompetensi

Translampung.com-Pasca banjir yang melanda di Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran mengakibatkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 1) Negri Katon urung melaksanakan Uji Kompetensi .

Batalnya para siswa SMKN 1 Negeri Katon ini mengikuti Uji Kompetensi yang sudah di jadwalkan oleh pihak sekolah pada Senin 27-29 Februari  ini lataran sekolah mereka terendam banjir setinggi 1 meter lebih, sehingga segala macam alat praktek berupa komputer dan Laptop, serta motor terendam banjir pada Selasa (21/2) lalu.

Menurut Kepala Sekolah SMKN 1 Negri Katon, Andi Saputro mengatakan bahwa kejadian tersebut membuat pihaknya kebingunagan karena sarana prasarana untuk mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi yang aka di laksanakan oleh 160 siswa rusak akibat terendam air. Namun dirinya masih optimis akan melaksanakan uji kompetensi meski tertunda .

“Kita sudah menjadwalkan Uji Kompetensi akan dilaksanakan pada hari Senin nanti dari tanggal 27- 29 Februari, namun terpakasa kita mundurkan di tanggal 1-3 Maret karna sarana prasarana untuk praktek rusak semua jadi kita nati mengunakan sarana praktek yang masih bisa diperbaiki,” kata Andi Saputro saat di hubungi Jum’at (24/2).

Menurutnya bahwa hal ini sudah di laporkan serta sudah berkordinasikan dengan pihak Dinas Pendidikan provinsi Lampung dan Diknas pusat namun pihaknya masih menunggu keputusan keputusan dari provinsi dan Diknas pusat.

“Kita sudah laporkan semua kondisi sekolahan ini kalau kerugian yang kita tapsirkan mencapai 300 Juta, belum lagi matinya 100 ayam yang akan menjadi prektek siswa Uji Kompetensi  jurusan Perternakan semuanya habis tidak ada sisa,” ucapnya .

Andi Saputro juga mengatakan bahwa kejadian ini baru kali ini terjadi semenjak berdirinya SMKN 1 Negri katon dari tahun 2013 yang ia pimpin sampai saat ini.

“Saya awalnya pada hari Selasa itu dapat telpon dari pihak Depala Desa setempat bahwa air sudah masuk dalam sekolah terus saya kelokasi dan langsung membawa barang ke lokasi yang tinggi namun lama kelamaan air semakin tinggi memcapai ketinggian 1 meter lebih saya bisa cuma pasrah melihat segala peralatan praktek kita terendam air kita berharap supaya Pemerintah Provinsi dan pusat bisa membantu kami,” pungkasnya. (ydn)

News Reporter