Warning: mysqli_real_connect(): Headers and client library minor version mismatch. Headers:50559 Library:100131 in /var/www/vhosts/translampung.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 1531 Pasca Banjir, Infrastruktur di Bandarlampung Rusak -
Pasca Banjir, Infrastruktur di Bandarlampung Rusak

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Pasca Banjir yang terjadi di Bandarlampung beberapa waktu lalu membuat sejumlah infrastruktur menjadi rusak. Seperti Jalan dan juga talud yang tergerus oleh air banjir.

Berdasarkan pantauan, Selasa (7/3) disejumlah lokasi terjadi kerusakan seperti jalan yang ada di kelurahan Negri Olok Gading, jalan di kelurahan Kangkung bawah. Sedangkan talud yang rudak disepanjang sungai Way Belau Telukbetung Bandarlampung.

Salah satu Warga kelurahan Kuripan, Telukbetung Barat, Eka (35) sebagian talut mengalami kerusakan dan ambrol akibat banjir yang terjadi kemarin.

“Banyak yang ambrol taludnya pas banjir kemarin,” kata Eka yang rumahnya tidak jauh dari sungai belau.

Menurutnya, ketika terjadi banjir bandang dahulu ada sedikit talud yang jebol, namun ditambah dengan banjir yang terjadi kemarin jebolnyatalud semakin panjang.

“Waktu banjir tahun 2016 talud yang jebol sedikit, tapi pas banjir sekarang semakin panjang talud yang jebol,” tambahnya.

Selain talud, rumah miliknya juga mengalami sejumlah kerusakan.

“Rumah juga banyak yang rusak akibag banjir. Tidak hanya talud. Ya harapannya bisa dapat bantuan untuk benahi rumah yang rusak,” katanya.

Warga lainnya yakni Parjo warga kelurahan Talang kecamatan TbS mengatakan banjir kemarin merusak sejumlah talud di subgai way belau.

“Banjir sekarang banyak talud yang jebol, semoga pemerintah cepat membenarkan talud yang rusak ini,” kata Parjo.

Sebab jika tidak segera dibenahi akan semakin melebar latud yang ambrol dan juga ketika ada banjir kembali rumah warga tidak ada lagi penghalangnya.

“Kalau tidak dibenahi nanti tambah panjang yang ambrol taludnya,” kata dia.

Sementara, menurut Wahyudi (41) warga TbB mengatakan pada banjir tahun lalu sudah ada beberapa talud yang jebol, ditambah lagi dnegan banjir ditahun ini.

“Ditahun kemarin aja ada yang jebol meski tidak banyak. Tahun ini tambah banyak yang jebol,” kata Wahyudi.

Dirinya meminta pemerintah agar memperbaiki talud dengan sungguh-sungguh.

“Seharunya kalau bikin talud yang bener jadi dikeduk dulu biar kuat pondasinya. La ini hanya batu ditumpuk saja tidak ada pondasi jadi ya kurang kuat untuk menahan airnya,” tambahnya.

Jika pembenahan talud dilakukan dnegan benar maka anggaran juga tidka terbuang sia-sia.
“Kalau pekerjaannya bener kan gak buang-buang anggaran untuk perbaikan talud,” pungkasnya.

Sementara, BPBD Kota Bandarlampung masih terus mendata kerusakan yang terjadi akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Kami masih melakukan pendataan terus, sebab belum valid semua data yang kami miliki. Baik kerusakan infrastrukue maupun rumah warga,” kata Kabid Kesiap Siagaan BPBD Kota Bandar Lampung Rizki.

Untuk pendataan sementara yang rusak yakni talud nilainya masih belum selesai ditentukan, jalan rusak, siring, dan juga rumah warga.

“Untuk data sementara waktu sekitar Rp4,5 miliar, kerusakan yang terjadi akibat Banjir di Bandarlampung,” imbuhnya.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN menyatakan akan segera memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir.

“Bertahap kita perbaiki yang rusak akibat banjir. Talud jalan dan juga siring yang rusak,” kata Herman.

Untuk perbaikan talud anggaran sebagian ada pada dinas PU dan sebagian ada di BPBD Kota Bandar Lampung.

“Kalau anggaran ada di dinas PU dan juga BPBD. Tahun ini mulai dibenahi secara bertahap,” pungkasnya.(jef)

News Reporter