Pasar Murah Resmi Ditutup

0
693
views
PENUTUPAN: Walikota Herman HN saat menutup kegiatan Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Bandarlampung.

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota selama tiga kali dalam bulan Ramadan akhirnya ditutup kemarin. Pelaksanaannya dilakukan di kelurahan Labuhan dalam, Tanjung Seneng, Bandarlampung.

Antrian panjang warga yang hadir membuat petugas kewalahan mengaturnya. Seperti biasa, warga mengantri beras gratis yang diberikan Walikota Bandarlampung sejumlah 337 kantong beras. Namun, beras tersebut tak bisa memenuhi jumlah warga yang hadir. Akhirnya ditambah denhan membagikan satu liter minyak goreng pada warga.

Saat belum ditambahkan jumlah bantuan minyak makan,  Warga sempat menyoraki Walikota, dengan teriakan Huu. Terdengar suara belum dapat lagi pak. Didalam barisan dengan panjang hingga 10meter ini, terlihat menyerah. Itulah yang dikatakan yanti (45).

“Untung saya dapet, kalau saya nggak dateng mungkin nggak tau. Tapi, saya butuhnya beras bukan minyak. Ya  minyak yang kita butuh, tapi kan lebih berguna beras,” ujarnua saat ditemui di Jalan  Mawar Indah, Labuhan dalam, Sukarame, Bandarlampung.

Dalam penututupan kali ini Walikota Bandarlampung Herman HM mengatakan bantuan ini untuk mempermudah wargannya dalam mendapatkan sembako menjelang hari raya idul fitri. “saya berharap dapat mempermudah warga menyambut lebaran ini,” ujar Herman.

Saat disoraki warga karena banyak yang belum mendapat bantuan, Herman berdalih dia mendapatkan informasi jumlah minyak sebanyak 80. “Ini saya pikir 80 kardus, tapi taunya cuma 80 kilogram. Ya pasti kurang. Saya juga meminta pada warga yang sudah dapat jangan meminta lagi. Ini masih banyak yang perlu didapat,” ujar dia.

Sementara, Camat Tanjung Seneng Andy mengaku warganya mendapat bantuan sebanyam 337 karung dari walikota. Andy telah menghimbau pada warganya sebelum pasar murah dimulai. Jika ini bukan  bagi-bagi sembako gratis.

“ini kami sudah himbau kalau tidak dapat ya harus beli, disini kan sudah disediakan yang murah. Memang pembagian ini tidak pandang penghasilan. Siapasaja bisa mengantri disini,” ujar Andy.(jef)