Pasal Tempat, Pertemuan Wartawan-Kapolres Waykanan Batal

0
373
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Hanya karena soal tempat, rencana pertemuan antara wartawan dari berbagai media dengan kapolres se-Lampung, terkait masalah dugaan pelecehan terhadap profesi wartawan oleh Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan, Kamis (7/9) siang, batal dilaksanakan.

Para wartawan menghendaki pertemuan digelar di Kantor LBH Bandarlampung. Sedangkan pihak kapolres menginginkan pertemuan dilaksanakan di gerai kedai kopi (kafe).

Akibatnya, rencana pertemuan antara wartawan dan koalisi lembagini ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Dari pihak wartawan yang hadir merupakan gabungan organisasi pers, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung dan Persatuan Fotografer Indonesia (PFI) Lampung.

Hadir pula Koalisi Advokat Pers Lampung yakni LBH Pers Lampung, Bidang Advokasi PWI Lampung dan LBH Bandarlampung.

“Soal tempat pertemuan yang mereka inginkan (kafe) kami tolak, Ini untuk menghindari kesan ‘jamuan’ dari mereka kepada kami,” ujar Direktur LBH Pers Lampung, Hanafie Sampurna.

Sementara, Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi, mengatakan jika pertemuan ini merupakan inisiatif dari pihak kapolres Waykanan.

Pertemuan ini pun, lanjut dia, bukan untuk soal flashback atau mengungkit kejadian yang telah lalu, juga tidak untuk maaf-memaafkan.

“Tapi untuk penandatanganan nota kesepahaman antara pers Lampung dan Polda Lampung ke depan,” jelasnya.

Dengan ketidak hadiran Kapolres Waykanan, Budi Asrul Kurniawan, para pewarta menilai jika pejabat kepolisian itu tidak memiliki itikad baik, dalam persoalan pelecehan profesi jurnalistik.

Ketua AJI Bandarlampung, Padli Ramdan, pun kecewa.

“Dari sini bisa kita lihat, jika kapolres setengah hati. Tidak punya keinginan kuat untuk bertemu dengan wartawan.padahal dia telah melakukan pelecehan profesi jurnalis dan melarang meliput,” tukasnya.
Untuk proses hukum, para wartawan sepakat untuk tetap mendesak Propam Polda Lampung memberikan sanksi tegas, agar kejadian ini tidak terulang lagi. (fik)