Panwaslu Metro Cium Aroma Dugaan Pelanggaran Kampanye

METRO – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Metro menduga ada pelanggaran kampanye oleh PKS Muda Kota Metro pada kegiatan Flashmob PKS Muda, pada hari Rabu (4/4).

Mujib ketua Panwaslu Kota Metro ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melengkapi materi untuk menetapkan kegiatan itu sebagai pelanggaran kampanye.

Sebelumnya tim Panwaslu dan Panwascam Kota Metro menemukan beberapa faktor dugaan pelanggaran pada kegiatan Flash Mob PKS Muda, di halaman Masjid Taqwa, Kota Metro.

Menurut Mujib salah satu faktor yang mengarah ke dugaan pelanggaran pemilu adalah menggunakan halaman Masjid Taqwa Kota Metro sebagai tempat kampanye.

“Itu menurut saya paling fatal, yang notabene tempat ibadah sebagai kampanye politik termasuk halamanya,” kata Mujib saat ditemui di luar Sekretatiat Panwaslu Kota Metro, Kamis (5/4).

Dari pantauan peserta kegiatan Flash Mob menyuarakan iyel-iyel sebagai seruan untuk mendukung salah satu paslon. Dimulai dari halaman parkir masjid taqwa menuju perempatan jalan Masjid Taqwa.

Ahmad Husaini ketua DPD PKS Kota Metro ketika dikonfirmasi pihaknya menampik adanya dugaan pelanggaran. Dia mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran kampanye pada kegiatan Flash Mob PKS Muda Kota Metro.

“Gak ada pelanggaran kita sudah masukkan surat ke Panwas dan Polres, sudah kita konfirmasi. Kami menggelar kegiatan di per empatan Masjid Taqwa memang titik kumpul di Masjid Taqwa karena kami menggelar sholat ashar terlebih dahulu, masa sih shalat ashar gak boleh,” kata Ahmad Husaini ketika dihubungi melalui Whatssapp, Minggu (8/4).

Saat ini pihak panwaslu tengah melengkapi materi dugaan pelanggaran dan akan memanggil pihak penyelenggara dalam minggu-minggu ini.

Panwaslu Kota Metro juga menghimbau kepada seluruh pendukung pasangan calon agar mematuhi segala aturan dan etika berkampanye agar tidak merugikan paslon (Paslon Gubernur Lampung, periode 2018-2023, Red). (suf)

News Reporter