. . .

Panen Perdana Jagung di Lahan PTPN VII

image_print

Primkop Kartika Kodim 0410/KBL dan Gapoktan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Ketua Primkop Kartika Kodim 0410/Kota Madya Bandarlampung Kaptenj Inf Wibowo, mewakili Dandim 0410/KBL  Letnan Kolonel Arm Didik Hermono, Senin (13/08) melaksanakan Panen jagung perdana bersama Gapoktan Tanjung Bintang, dilahan seluas120 Ha di lahan PTPN VII Unit Kedaton Afdeling 4, yang beralamatkan di Jalintim Sutami, Tanjungbintang

Program penanaman jagung ini merupakan proyek Ketahanan Pangan Nasional, dan Program ini merupakan kerja sama TNI, dalam hal ini Primkop Kartika Kodim 0410/Kota Bandarlampung bersama Gapoktan Kecamatan Tanjung Bintang. Program ini sifatnya pemberdayaan, jika ada kelompok masyarakat petani yang berprakarsa dan memiliki lahan untuk dimanfaatkan untuk ditanami, pihak TNI akan segera merespons dengan baik.

Dalam sambutannya Kaprimkop Kartika Kodim 0410/KBL Kapten Inf Wibowo menyampaikan, “ TNI sebagai salah satu Pilar Negara merasa ikut bertanggung jawab dengan setiap masalah bangsa, termasuk soal ketersediaan pangan, untuk itu kami TNI dalam hal ini Kodim 0410/KBL, bersama rakyat menanam jagung di lahan milik PTPN VII ini, lahan ini sebenar nya sedang dipersiapkan untuk Replanting atau Penanaman Tanaman baru, untuk itu di tahun pertama, di sela-sela musim tanam ini masih dapat dimanfaatkan untuk tanaman palawija ”.

Lebih lanjut Kapten Inf Wibowo menyampiakan ucapan terimakasih nya, “ Kami sangat berterima kasih kepada pihak PTPN VII yang telah meminjamkan lahan untuk dimanfaatkan oleh Gapoktan, hal Ini semata-mata untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, TNI hanya menfasilitasi, baik kepada PTPN VII sebagai pemilik lahan maupun kepada pihak Bank Lampung yang telah memberikan pinjaman amat lunak untuk budi daya ini, sekali lagi kami sampaikan terima kasih,”

Dikesempatan yang sama Manajer PTPN VII Unit Kedaton Bpk. Hidayat menyampaikan, “ Pihka PTPN VII sangat mengapresiasi kegiatan ini, sekaligus memberi kesempatan kepada TNI dan petani yang memanfaatkan lahan, karena PTPN VII juga ingin ikut andil dalam program pemerintah soal ketahanan pangan, namun, pemakaian lahan hanya dapat dipergunakan ketika tanaman karet yang diusahakan masih kecil, setelah Land Clearing sampai pohon umur dua tahun masih bisa, untuk itu pihak PTPN VII akan buat perjanjian untuk tiga siklus palawija, setelah itu kita akan lihat kembali perkembangan tanaman,”.

Ditambahkan pula oleh Manajer PTPN VII, “ Pihak PTPN VII tidak mengambil keuntungan dari program yang dijalankan TNI ini, namun kami sangat terbantu dengan adanya TNI yang berkegiatan di lokasi usaha PTPN VII, keamanan relatif lebih terjaga, “.

Sementara itu, dari Dinas Pertanian Lampung Selatan Bpk. Mugiono menyampaikan, “ Surprise bagi kami dengan program ini, Dinas Pertanian Lampung Selatan telah menugaskan beberapa penyuluh pertanian untuk membantu Gapoktan menjaga budi daya agar berhasil, pada panen perdana ini, produksi jagung kering dari lahan ini sudah sangat baik, berdasarkan ubinan (pengukuran untuk menemukan angka produksi), rata-rata menghasilkan 7,7 ton jagung tongkol per hektare, angka ini sudah sangat baik mengingat ini tanaman musim gadu di mana hujan sudah sangat jarang, kalau rata-rata per hektare di Lampung Selatan ini memang antara 7—10 ton per hektare. Tetapi ini kan gadu. Jadi, nanti kalau siklus kedua sudah musim hujan, saya yakin bisa tembus 10 ton per hektare,”.

Ditambahkan pula oleh Bbk. Mugiono maupun Kapten Inf Wibowo, untuk pembagian hasil, “ kami menyerahkan mekanismenya kepada Gapoktan, setelah dipotong Dana Budi Daya yang merupakan pinjaman dari Bank Lampung, hasilnya diserahkan kepada Gapoktan, karena ini semua untuk kesejahteraan petani, kami hanya memfasilitasi,”. (rls)